Minggu, 13 November 2016

Jatuh Cinta atau Sakit Hati?

Halo bibir manis yang selalu hadir dalam pikirku. Kepolosan wajah yang selalu membuatku tertawa "kamu terbuat dari apa sih?" Kebersamaan dan pertemanan yang membuatku belajar banyak apapun itu. Sedang apa ya? Padahal baru dua hari tidak bertemu. Masalah hati itu tidak pernah ada habisnya, banyak rangkaiannya, tidak bisa diunkapkan, ya memang begitu rasanya, aneh bergejolak didalam hati, padahal tidak tahu apa alasannya selalu memikirkan dia. Ketampanan atau kecantikannya? Kebaikannya? Jailnya? Atau bahkan semua yang ada pada dirinya? Yang pasti ketika jatuh cinta apapun jadi semangat karema senyumnya selalu ada dikepala kita menyemangati aktivitas kita sehari hari. Apalagi kalau dia teman sekelas, teman les atau bahkan teman kerja yang hampir setiap hari ketemu. Banyak banget aura semangat yang terpancar.  Tapi ketika sakit hati memang benar benar ada lasannya mengapa bisa sakit hati, entah diselingkuhi, bertepuk sebelah tangan atau diputusin tanpa alasan yang masuk akal. Mau melakukan apapun rasanya tidak enak, mau ngelupain tapi sulit. Maunya menyendiri saja. 

Selasa, 11 Oktober 2016

Selancar Angin, Tinggal Hitam Putih


Niat untuk meninggalkan layar berawal dari Prapon 2015. Bimbang,ragu,tujuannya apa mau stop? Apa yang mau dikerjakan? Kalau lanjut tujuannya apa? Apa yang mau dikerjakan?
Pertanyaan pertanyaan yang yang selalu terngiang.. sampai mau tidur pun terus terngiang. Sebenarnya ada satu alasan kenapa aku mau stop dari olahraga yang telah memberi pengalaman berharga ini.

Aku sudah memikirkan tujuanku dari awal untuk apa disini.. tapi ternyata tujuan awal belum tentu jadi tujuan akhir. Itu yang aku rasakan sekarang. 1 tahun aku berpikir sampai PON 2016. Dan akhirnya keputusan ini bulat pada 4 bulan sebelum PON. Apapun hasilnya PON 2016.. kalah ataupun menang. Niatku tetap stop.



Walaupun jika menang ada tunjangan dari provinsi apapun itu bentuknya. Tapi Insya Allah rezeki tidak akan tertukar. Aku tetap stop.

Berhenti selancar angin bukan berarti berhenti untuk berprestasi dan sukses. Hanya jalannya saja yang dirubah.  Prestasi itu bisa didapat dari jalan apa saja...

Alasan berhenti bukan hanya untuk fokus kuliah saja. Ada alasan lain..
Kalau aku berhenti dengan alasan fokus kuliah, itu sangat konyol, aku sudah membuktikan fokus atlet dan kuliah,buktinya aku masih lolos PON dan  kuliahku baik baik saja.. ip ku aman selama dispen. Tapi prestasiku yang menurun.. itu mungkin karena aku yang tidak pintar membagi waktu seperti kak Dedeh yang berprestasi di olahraga dan kuliah. Tapi bukan kuliah alasannya.

Banyak sekali yang bilang aku berhenti karena kalah di PON. Ah, terserah mereka. Itu salah :) karena niat bulat sudah ada 4 bulan sebelum PON.

Bisa saja aku sekedar main atau partisipan, yang penting dapet uang saku. Tapi aku tidak mau itu. Lebih baik aku berhenti saja.
Segala sesuatu itu ada masanya yang paling baik pasti ada yang mengalahkan. Dan yang mengalahakannya itu pasti ada yang mengalahkannya juga, begitu seterusnya.

Memang belum tentu jalan baru lebih baik, tapi aku..
Aku..
Sungguh gagap menjelaskan apa yang aku rasakan.. alasan untuk meninggalkan selancar angin.

aku sudah dewasa. Umurku 20 tahun. Hampir 7 tahun aku mengorbankan masa remajaku untuk selancar angin. Memang tidak lama. Ini hidupku,aku yang menjalankan, aku yang merasakan. Biarkan diri ini menjadi penentu, tinggal Allah yang meridhoi.

Sekali lagi selamat tinggal selancar angin, terimakasih pernah menyatukan aku dengan lautan, bahkan beberapa lautan di indonesia pula, membawaku merasakan ke negeri orang, membawaku mengenal karakteriatik orang, membawaku mengenal tentang semangat, kerja keras, membawaku bisa melihat idolaku,bertemu dengan orang orang hebat, membawaku mengharumkan nama negara dan provinsi, membawa air mataku menyatu dengan laut dan ombaknya. Aku tidak tahu seberapa banyak tetesan air mataku di laut sana hahaha. Banyak sekali yang kau beri selancar angin.. namun sekali lagi semua terjadi atas rencana Allah..


Silahkan komentarp

pendapat kalian bagi yang membaca :)


Rabu, 05 Oktober 2016

Wanita Di Lingkungan Olahraga


Tulisan ini aku tulis karena memang ini yang aku rasakan sesungguhnya. Dimulai dari keinginanku ingin berhijrah, menjadi wanita yang seutuhnya dan lebih syar’i. Aku mulai menanyakan tentang pakaian muslim yang benar dan lebih “wanita” pada teman temanku yang sudah lebih dulu hijrah. Atlet perempuan sehebat apapun, sekekar apapun, dia diciptakan sebagai kodratnya wanita dan melakukan apa yang baiknya wanita lakukan. Berpakaian cantik, bersolek, itu adalah perempuan, itu wajar, asal tidak berlebihan dan tahu tempat. Namun yang aku rasakan dikampusku adalah agak sulit untuk menjadi wanita yang benar benar wanita. Kebiasaan mahasiswa disini memakai sepatu joging setiap kuliah, kuliah gerak maupun teori, yang wanita hampir tidak ada yang memkai rok, paling paling celana jeans atau celana bahan. Tidak ada larangan sama sekali untuk memakai rok dikampusku, tapi mungkin hanya saja terbiasa dengan kuliah gerak sehingga lebih nyaman memakai sepatu joging kemanapun, dan pakaian yang tidak ribet. Pernah sesekali memakai pakaian feminim kekampus, banyak orang orang kampus yang menegur “mau kondangan ya? Rapi banget” padahal itu masih sangat wajar untuk pakaian wanita kekampus. Atlet atau olahragawan tidak harus selalu memakai jeans, kemeja atau kaos berkerah. Kita harus kuat sebagai olahragawan, sebagai calon guru atau calon pelatih, terlihat sporty, tapi itu dilapangan. Diluar lapangan, lakukanlah sebagaimana mestinya kodrat kita sebagai wanita-wanita yang selalu dalam lindungan Allah..

insyaAllah :)

                                        

Jumat, 30 September 2016

Privat Renang Wanita, Muslimah, dan Anak-anak

Shark Swimming

Privat renang wanita, muslimah, dan anak-anak

Trainer khusus wanita

Program renang
1. Gaya bebas
2. Gaya dada
3. Gaya punggung
4. Gaya kupu-kupu
5.water trapen (mengapung di air)
6. Under water (renang didasar air)


1 bulan 4x pertemuan
Waktu dan tempat dapat disesuaikan (daerah Jakarta)


Hubungi : 089503048597

Ayo berenang!!

Masalah Adalah Pendewasaan

Ketika kekalahan itu tidak bisa lagi membuatku menangis, karena aku semakin bosan dengan kesedihan, sudah terlanjur kering air mata ini. Ya sudahlah, mungkin bukan disini rezekiku.. dan bukan berarti hilang, tapi pindah kelain tempat, hanya akunya saja yang harus mencari dan mendapatkannya.

Ini kisah jatuh bangun hidup seseorang perempuan yang tidak tegas namun perasa. Wanita yang tegar hatinya, wanita yang dicintai Allah pastinya. Menggeluti olahraga Layar sudah sekitar 8 tahun.. namun baru tahun kedelapan dia memiliki prestasi yang tinggi. Delapan tahun menanti, bekerja keras, berkorban demi apa yang ia dan orang orang sekitar inginkan.

Cukup lama penantian ini, siapa orang yang tidak mau juara? Wanita ini terus berlatih, menerjang ombak, badai dan caci makian dari orang orang yang sirik. Padahal apa yang perlu disirikkan pada wanita ini? Mulutnya tidak pernah berkata aneh aneh pada orang lain... prestasinya juga belum kelihatan, mana mungkin ia sombongkan dirinya? Tapi apa alasan orang orang yang sirik? Seperti ini saja sudah  banyak yang sirik apalagi kalau juara? Pada kejuaraan besar pertama yg ia ikuti hanya menempatkan dirinya pada posisi 5 besar. Itu bagus sekali karena dia sudah lolos dari banyaknya peserta pada kualifikasi. Penantian terus berlanjut sampai akhirnya tujuh tahun menggeluti layar wanita ini membuktikan yg tidak pernah orang prediksi sebelumnya. Medali emas pada kualifikasi. Prestasinya tertinggi saat itu. Banyak orang yang tidak menyangka, dan banyak juga orang orang sirik. Tapi wanita ini pintar sekali tutup telinga dan mulutnya. Hanya diam.

Sampai suatu saat masalah besar datang ditengah prestasi yang ia raih. frustasi, bimbang, rasa bersalah bahkan pikiran untuk bunuh diri. Tangis tiada henti, ya, tangis karena telah mengecewakan orang orang yang mencintainya dengan tulus. Tapi wanita hati itu lebih sesak dibanding orang orang sekitar, hanya dia yang tahu seberapa dalam lukanya. Hanya dia yang merasakan seberapa sakitnya. Sakit sekali. Dia hanya punya dua pilihan, keluar dari prestasinya itu, atau dikeluarkan?

Tapi memang bukti nyata, Allah tidak akan pernah tidur, dia selalu punya rencana indah.. dia tidak pernah melewatkan rencana indah itu untuk kita rasakan.. pasti ada jalan keluarnya. Hanya saja kita didewasakan terlebih dahulu. Agar kita lebih siap dengan apa yang akan datang,entah senang maupun sedih.

Tidak menyerah, terus lanjut apapun keadaannya. 8 tahun penantian.. akhirnya Allah membayar kerja kerasnya, menggantikan tangisnya yang dulu menjadi cerita paling indah yang tidak akan dilupakan.. tidak hanya itu, Allah memberikannya keluarga kecil, pelajaran, pengalaman, pendewasaan yang pasti akan terus berguna.

Selamat Rizki maulida keronjo supriadi atas medali perunggu PON 2016

Sabtu, 17 September 2016

PENDEWASAAN

Disuatu tempat yang tidak nyaman kadang adalah tempat dimana pendewasan itu terjadi. Tergantung pada diri sendiri, menganggap itu masalah atau masalah yang sangat besar. Kadang, saya suka heran, mengapa di area ini, yang saya rasakan saat ini banyak sekali orang orang yang hobi berkomentar, tapi lebih menjudge bukan menkritik. Aku adalah salah satu tipe orang yang hanya cukup kenal dengan orang yang baru saja kenal. Tidak mau langsung terlalu dekat. Itu semua ada alasannya. Mana mungkin aku membicarakan mereka dan menjudge mereka padahal aku sendiri hanya sekedar kenal, atau bahkan aku tidak pernah berkomentar atau menjudge teman yang sudah cukup lama aku kenal. Tapi begitu banyaknya orang yang sering melakukan itu padaku, berkomentar, menjudge, meremehkan... padahal sesikitpun aku tidak pernah melakukan itu kepada mereka. Kenapa? kenapa mereka seperti itu? Apakah itu sudah menjadi hobi? Ya sudahlah kadang apa yang harus aky lakukan? Melakukan apa yang mereka lakukan kepadaku? Kalau begitu apa bedanya aku dengan mereka? Cukup diam.  Itu yang bisa aku lakukan. Hei, mereka mereka itu adalah manusia berumur 19 tahun keatas, apakah mereka bukan dewasa? Hanya umurnya yang dewasa tapi pemikirannya belum tentu. Allah tidak menciptakanku menjadi orang yang suka membalas, apalagi dendam, Allah menciptakanku menjadi orang yang pengingat. Ingat untuk menjadi pelajaran dalam hidup.  Tidak mungkin kejadian ini tidak menyakitkan, kadang bulukuduk aku seketika berdiri, jantungku berdegup kencang, wajahku memerah.. dan jika sudah tak tahan, air mataku berlinang. Hanya Allah yang tahu seberapa dalam lukanya. Sudah banyak bukti akan balasan balasan bagi mereka yang hobi menzolimi.. akan ada bukti walau tidak cepat secepat airmataku menetes.

Senin, 29 Agustus 2016

Rindu yang terdalam

Aku rindu bau harum masakan mama,
Yang persis menggambarkan rasanya
Aku rindu melihat senyum mama,
Dimana senyum itu membuat diriku bahagia lebih dari apapun..
Aku rindu kicauan mama disetiap subuh yang tak lelah membangunkanku untuk sholat subuh..

Tapi ma, aku sedang berjuang.. walaupun dirimu tidak ada disampingku sekarang, jiwamu tetap ada kapanpun itu, suaramu terngiang selalu untuk memberi tenaga..
"Sabar nak, pasti bisa" semoga mama selalu dalam lindungan Allah
aku rindu ma.. aku rindu :( 😢


Sedih

Banyak orang yang meremehkanku, satu kebodohan akan berakibat orang lain memikirkan kebodohan di bidang lain. aku hanya bisa diam, karena memang kemampuanku tidak ada apa-apanya dimata mereka. Mereka hanya tau aku di satu sisi, hanya melihat dalam satu sisi itu. Mereka melupakan sisi yang lain. Memang tidak penting juga, buat apa mereka melihat  sisi kehidupanku yang lain? Biarkan dia meremehkanku terus menerus walaupun kadang membuatku sesak. Biarkan.. biarkan terbalas semuanya lewat apa yang ia lihat ataupun sisi kehidupanku yang lain yang akan bicara. Aku yakin aku bisa walaaupun memang waktu belum mengizinkan untuk membuktikan apa yang luar biasa dariku.

Sedih ma..
Balongan, 28/08/2016

Rabu, 24 Agustus 2016

Tanpa Judul

Tanpa judul, aku menulis sesuatu yang sangat dalam, sampai ku tidak tahu harus diberi judul apa pada tulisan ini...

Waktu, tenaga, pikiran yang selama ini aku korbankan untuk sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan.. semoga ada hasilnya, aku tidak memikirkan bagaimana aku nanti, aku memikirkan bagaimana membuat bahagia kedua orang tuaku yang sudah tidak muda lagi.

Allah menjadi saksi sebenar-benarnya, aku yakin dia akan mengantarku dari lautan luas ke tepi yang indah... aku percaya itu, karena segala sesuatu pasti berakhir dengan indah, jika tidak indah, berarti itu bukan akhir.

Tidak orang ada yang tahu seberapa dalam luka pada diriku... tapi ku yakin Allah lebih tahu lebih dari diriku sekalipun.

Sekarang aku hanya berserah kepadaMu... sakit yang kurasa telah menjadi luka yang sangat membekas dan kutahu itu akan menjadi pelajaran berharga dalam hidup. Hirupan udara yang sesak, raga yang lelah, jiwa yang berusaha untuk kuat, mulut yang kadang harus terpaksa berbohong, air mata yang tiada henti entah karena haru atau sedih. Semoga menjadi kado terindah terutama untuk kedua orangtuaku. Orang tua yang selalu berkorban lebih sakit, lebih dari sesakit sakitnya aku berkorban seluruh jiwa dan raga ini.

Kebahagiaanku.. melihat kedua orang tuaku tersenyum..

Tinggal kuserahkan pada Allah bagaimana hasilnya.

Jumat, 22 Juli 2016

Jangan lupa bahagia :)

Halo dunia. Kadang kita merasa apa yang kita perjuangkan pasti ada titik akhir. Ketika kita berusaha keras untuk olimpiade, lalu kita menang, kita hanya menang pada hari itu, juara dan naik podium. Ketika turun dari podium, kita bukan siapa siapa lagi. Perjuangan tidak ada titik akhir. Tidak berjuang pasti tidak bisa hidup, jika bisa hidup, berarti kita telah ditampung oleh tangan orang lain. Namun,  Apa yang kita perjuangkan sekarang selalu ada efeknya dikemudian hari? Entah esok, lusa atau seperempat abad lagi?? Suatu pencapaian bukan berarti masalah telah selesai. Kupikir setelah menjadi juara, hal hal yang menyakitkan akan hilang. Namun ternyata tidak sama sekali. Aku tersadar bahwa kita hidup harus bahagia. Harus dan harus. Punya rencana yang tersusun rapi. Tujuan hidup ini adalah bahagia di dunia dan di akhirat. Kamu yang selalu sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan kuliah, sibuk latihan.. semua itu dilakukan untuk suatu pencapaian. Ingatlah hak kita untuk bahagia di dunia ini. Kita yang merasakannya sendiri bahagianya. Diri sendiri yang tahu bagaimana caranya. Kadang aku selalu mengurusi pekerjaan. Ingin suatu pencapaian yang sukses. Dan pencapaian itu akan dipersembahkan untuk diri sendiri dan orang orang tersayang.
Dan akhirnya lupa cara membahagiakan diri  sendiri.. terlalu sibuk, terlalu ambisi...

Jangan lupa bahagia. Semoga Allah selalu disamping kita. Amin..

Kamis, 21 Juli 2016

Aku, pembohong sebenarnya

Apakah di dunia ini tidak ada satu orang pun yang tidak pernah berbohong? Selalu jujur dalam hidupnya, sedikitpun tidak pernah melakukan suatu kebohongan walalupun hanya untuk kebaikan sekalipun. menurutku jujur itu sulit sekali.  "Nyontek" dikategorikan sebagai hal yang tidak jujur dan hampir setiap hari para siswa dan mahasiswa melakukannya. Termasuk aku.
Hal kecil seperti janjian, terus telat dan kita bilang ada urusan tertuntu padahal kita memang kesiangan. Apalagi bilang seperti itu pada orang tua. Duh merasa dosanya dua kali lipat. Kenapa ya harus berbohong? Salah satunya demi menghindari hal yang tidak diingankan. Oleh siapa? Oleh kita sendiri, seseorang yang berbohong. Kadang tanpa memikirkan ruginya bagi orang yang kita bohongi. Ya, kita manusia egois. "Yang penting gue aman" padahal kita tahu sendiri bagaimana rasa sakitnya dibohongi dalam hal apapun.

Tapi kadang memang kita sudah memikirkan matang matang agar segala yang buruk tidak terjadi pada siapapun itu. Terhadap kita sendiri maupun orang-orang disekitar. Dan akhirnya pilihan tetap harus berbohong. Sulit sekali. Sangat sulit. Bahkan tidak sedikit orang yang ketagihan berbohong.. segala yang dibicarakannya adalah dusta. Karena sering terselamatkan dengan berbohong.

Semoga pribadi ini bisa mengurangi kebohongan sesikit demi sedikit. Dan menjadi orang yang jujur pada akhirnya.

Terimakasih telah membaca :)

Selasa, 19 Juli 2016

PENGALAMAN OSPEK



25 Agustus 2014.
Masa Pengenalan Akademik atau OSPEK. Memakai pakaian putih, rok atau celana hitam, dasi hitam, kaos kaki hitam, sepatu pantoufel hitam dan tas hitam. Semua laki-laki harus botak dan perempuan berambut panjang wajib dikuncir rapi. Amelya Putri utami. Jakarta, 25 12 95. cabang olahraga selancar angin. Mahasiswi yang baru saja diterima disalah satu Universitas dijakarta Fakultas Ilmu kelaohragaan yang akan mengikuti ospek selama sepuluh hari lamanya..  Dari rumahku menuju kampus sekitar satu jam tiga puluh menit via Busway.  Hari pertama, pukul tujuh pagi sudah harus ada dikampus. Dan pukul enam lewat tigapuluh menit aku sampai, aku melihat banyak mahasiswa barunya yang baris didepan gerbang. Aku langsung saja gabung memasuki barisan. Lalu kami diajari salam oleh salah satu kakak senior yang berperawakan tegas.  “ jam segini baru dateng, kasian tuh sama temen temen yang lain dateng dari jam empat” kata senior. Lalu kami, menuju pos berikutnya, disuruh jongkok ala mahasiswa olahraga. Diceramahin lagi, kata-kata yang sama. Sampai akhirnya kami memasuki barisan yang sudah ditentukan, sesuai grup ospek. Semua yang dipakai mahasiswa baru sangat diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak kesalahan terutama masih banyak yang salah memakai nametag, tidak mengikuti aturan ukuran yang sebenarnya, tidak membawa peluit atau salah warnanya, rambut laki-laki yang belum botak dan sepatu perempuan yang terlalu tinggi haknya. Semua senior disini hampir semua galak, (sebenarnya tegas).  Tidak lama kemudian beberapa mahasiswa baru datang lagi memasuki barisan, lalu mereka disuruh push up. “dasar ga ada kebersamaannya, temen satu angkatannya lagi kesusahan push up terus lo diem aja? Kalian tuh satu angkatan, masuk bareng, lulus juga harus bareng, saling mengingatkan, kompak” salah satu senior nyeletuk dengan suara lantang. Lalu kami masih bingung. Tapi beberapa anak ada yang ikut push up mengikuti teman teman yang baru saja dihukum itu. Akhirnya satu persatu mengikuti. Push up asal-asalan akan diulang hitungannya. “jangan makan tulang temen!  Kasian temen lo udah push, lo malah ngasal, kalo masih ada yang ngasal, bakal ditambah terus push upnya.”
Dengan kemeja putih panjang, rok panjang, pakai dasi,,, yang tadinya rapi dan wangi  berubah menjadi seperti orang yang barusaja bergelinding dihutan.  Kumel, dasi kemana-mana, belahan jahitan rok robek karena kebanyakan gerak.. salah sedikit, disuruh push up, padahal yang salah satu orang, tapi disini kita bukan satu orang melainkan satu angkatan., jadi satu orang salah kita pun salah.. kadang bukan push up, jongkok setengah, jongkok versi mahasiswa olahraga katanya. Pakai sepatu pantoufel dan jinjit, beberapa menit sampai paha bergetar menahan posisi. Ada hal yang paling melelahkan menurutku. Yaitu bumbata. Yaitu tutup mata dengan empat jari, dan jari jempol menutup telinga. Ini adalah hal yang paling aku pasrah. Karena beberapa menit saja rasanya pegal, apalagi ketika buka mata, hitam, ngeblur, pusing.  Bumbata ini ceritanya loading sekaligus fisik juga. Hari pertama beberapa anak yang agak aneh mendapat julukan, ada syahrini, ikan pesut, siluman dll. lagi capek, ketika senior memanggil siluman, siluman harus pergakan yang disuruh senior, dan yang pasti ini sangat lucu dan menghibur, yang tadi muka-muka gerah sekarang kembali fresh.
Kita harus menghafal beberapa lagu dan yel-yel yang keren banget. Suara harus keras dan lantang, gerakan harus kompak banget. Kalo bisa suara kita harus bikin runtuh gedung dengan suara kita gimanapun caranya. Ada sesi mentoring setelah sholat dzuhur, kita dibikin kelompok yang beda lagi. Kali ini yang perempuan dan laki-laki dipisah. Otomatis harus kenalan lagi. Mentoring, sharing-sharing yang positif dengan kakak kakak yang baik, kenalan lagi sama temen kelompok baru yang nantinya itu akan jadi temen satu kelas kita ternyata. Sesi mentoring ini sesi paling enak, yaiyalah karena bisa sekalian istirahat, duduk manis dengerin yang manis-manis pula. Haha. Tapi rasanya waktu cepat sekali.

Mengenai makan, kita sudah dijadwalkan setiap harinya membawa makanan apa. Harus sama. Makan dihitung, harus secepat mungkin, harus rapi, nggak boleh ada yang jatuh-jatuh makannnya. Kalo ada temen yang nggak bawa, gimana caranya semua satu angkatan harus kebagian makan. Habis makan, disuruh push up, ada aja kesalahan. Dan aku nggak pernah sedikitpun merasa lapar saat ospek. Aku hanya haus.. sepuluh mili air sangat berarti bagiku. Karena setiap anak hanya membawa satu liter air setiap harinya.. ospek selesai ukul lima sore. Ada masa mengenalan cabang olahraga juga.. setiap pos kita disuruh nyanyi, nggak kompak, ya disuruh ulang sampe kompak.. abis itu dijelasin tentang cabang yang akan dikenalkan, terus praktek. Seru. Dan pada hari pertama pengenalan cabang olahraga, kita dikasih minum hanya beberpa mili tapi semua harus kebagian. Kebagian hanya satu tutup botol berisi air. Aku sudah bergumam “ akhirnya.. bisa minum juga” dan aku dengan semangat meminum pas giliranku. Dan ternyata.... airnya asin :( barisan belakang sudah tahu kalo itu airnya asin tapi harus ikut minum juga. Tenggorokanku makin kering. Ospek selesai pukul lima setiap harinya, jika ada sesi materi entah dari dosen, dari siapapun, kita duduk.. dan banyak yang tidur sambil duduk saking lelahnya. Hampir setiap jam kita push up, nggak jauh-jauh dari fisik sih intinya. Selama sembilan hari berikutnya aku berangkat pukul empat dari rumah, sholat subuh di kampus. Dan selesai ospek pukul lima sore. Busway jam segini, lagi penuh-penuhnya, oh ya, kita tidak diperbolehkan selama ospek membawa kendaraan, motor ataupun mobil. Walaupun ada beberapa yang melanggar, parkir didekat dekat kampus. Hahaha. Sampai rumah pukul delapan malam, lalu harus cari apa yang harus dibawa besok, makanan atau apapun itu. Alhamdulillah aku full ikut ospek selama sepuluh hari. Oh ya, ospek angkatanku terdiri dai dua puluh kelompok, dan nama nama kelompoknya adalah anatomi tubuh manusia. Seperti karpal, zigomatikum dll. Dan nggak lupa setiap harinya senior selalu cek perlengkapan kita. Tapi sampai hari ke delapan masih saja ada yang salah, entah warna peluitnya atau talinya. “kalian satu angkatan, ingetin temennya, apa aja yang harus dibawa.. ingetin yang lainnya biar dateng jangan sendiri sendiri, apatis”.
Biasanya ketika kita pindah tempat misalnya dari lapangan satu kelapangan dua, setiap jalan, bertemu siapapun itu, dosen, senior, asdos, tukang sapu, wajib bilang permisi. Dilatih agar punya Attitude yang baik.

Keimpulan : ospek yang aku rasain sangat berguna banget, terlebih pas aku sudah menjalankan kuliah, sangat berasa banget gunanya push up, makan dihitung, disiplin waktu, bilang permisi.. karena olahraga,maka matakuliah nya pun olahraga, ospek kita sudah dikuatin fisiknya supaya ngejalanin kuliahnya pun nggak kaget, sudah kuat fisik dan mentalnya. Disiplin waktu, supaya kuliahnya nggak pernah telat, selalu bilang permisi sama siapapun biar attitudenya baik, walaupun kita disuruh push up tapi masih ada hiburannya, ketawa bareng.. jadi nggak bikin stress, dilatih kekompakan dan kebersamaan, dan nggak lupa sama agama. karena setiap hari dikasih sesi mentoring. Over all, semuanya berguna banget walaupun waktu sepuluh hari sebenernya nggak cukup untuk merubah kepribadian seseorang.
Harapan untuk yang akan datang. semoga menerapkan ospek yang selalu berkaitan untuk kedepannya, hal yang positif, jangan murid atau mahasiswa dusuruh bawa coklat, suruh beli coklat yang macem macem rasanya,  itu nggak ada manfaatnya. Buat apa? Melatih supaya apa? Nggak ada kan?. Teruslah pada hal yang positif dan bermanfaat. :)


Sabtu, 16 Juli 2016

Ya Allah. Peluklah aku

Ya Allah aku harus berusaha menahan keadaan yang menyakiti, keadaan yang sangat aku tidak inginkan sebenarnya, keadaan yang selalu membuatku takut. Keadaan yang selalu membuat air mataku menetes...

Ya Allah.. aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata kata.. tapi ku yakin kau tahu segalanya.

Sakit sekali Ya Allah, ingin sekali tubuh yang  merintih ini dipeluk olehMu.

Kuatkan aku.. ku mohon. Karena aku percaya Kau sedang sibuk.. sibuk membungkus kado terindah untukku.

Minggu, 10 Juli 2016

Review Film Koala Kumal-Raditya Dika

Kali ini aku akan review film Koala Kumal.
Pertama kali aku review film, pertama kali nonton film Raditya dika.
Rencananya setelah aku nonton film aku akan baca novelnya. Karena biasanya novel jauh lebih bagus dibanding filmnya. Jadi kalo baca novelnya dulu baru nonton filmnya,rasanya sakit hati. "Kenapa jadi begini?"

Oke kita mulai. Disini dimulai opening raditya dika lagi ngeliat pasangan berantem dan akhirnya putus.. abis itu aku kira setelah scene ini ada adegan yang agak beda yang bikin oh begini.. oh ternyata.. tapi sampe setengah jam film berlalu aku ngerasa kok filmnya kaya jalan ditempat? Aku mulai sabar nungguin filmnya agak mulai klimaks. Sampe 45 menit aku sudah bisa nilai filmnya ini gak bagus -_- disini aku apresiasi akting Sheryl yang lumayan total. Nino dan Acha yang seharusnya sebagai pelengkap bahkan lebih terlihat oke disini. Menutup Raditya dika sebagai pemeran utama. Aku juga nonton film ini karena ada youtuber. Tommy dan kevin. Yang ternyata porsinya sedikit sekali, tidak seperti yang aku bayangkan. Hmm aku masih nungguin klimaksnya.. ternyata masih aja datar. Nggak bikin aku ketawa ngakak sampe adegan si Raditya jadi kaya orang stroke karena obat pelemas otot. Udah, adegan disitu aja aku ngakaknya.. filmnya udah ketebak.. tentang Sheryl yang berperan sebagai Trisna yang ditinggal si Coki.. aku udah berpikiran pasti si Coki meninggal. Karena pas Trisna cerita ke Radit kalo dia ditinggal sama pacarnya, dia nggak bilang alesannya kenapa. Nggak seperti Radit yang ditinggal sama tunangannya karena ada laki2 lain yang lebih keren. Ini film diluar ekspetasi aku banget. Aku pikir nanti aku akan ketawa dari awal sampe akhir pas nonton film koala kumal yang lagi hangat dibicarakan tapi ternyata.. No. Plusnya, akting Sheryl yang agak kasih warna sama film ini.

Kalo suruh nilai film ini, aku akan kasih 60 dari 100. Dan aku akan coba baca bukunya. Semoga bisa mengobati kekecewaanku. Hehe.

Ini hanya pendapatku. Aku bukan Fans Radit ataupu haters. Aku hanya berpendapat :)

Senin, 04 Juli 2016

Hal Yang Paling Menyebalkan

Entah kenapa ketika aku lagi agak bingung mau nulis apa, dan ketika ngerasain jadi inget lagi. Hal yang paling menyebalkan itu beda ya dengan hal yang paling menyedihkan.. kalo hal yang menyedihkan itu agak susah ditebak. Tergantung suasananya juga kaya gimana. Jadi hal yang pasti dan paling menyebalkan atau yang paling aku tidak suka adalah... MENUNGGU. Demi apapun  ini suka bikin kuping panas. Hal yang sering terjadi adalah ketika janjian sama temen dan ternyata ngaret berjam jam terus aku harus nunggu gajelas, hampa.. apalagi kalo dibawah matahari. Sebenarnya menunggu dalam hal apapun itu si.. kaya nunggu hasil ujian, nunggu temen milih milih barang pas belanja bareng yang kadang suka kelamaan milih taunya nggak jadi beli dan ketika nunggu terlalu lama karena si Dia tak kunjung nembak. Eaa. Mati kali ah ditembak. just kidding :D

Yang kedua. Beberapa tahun ini aku nggak suka ulang tahun :( aku sangat bersyur Allah sudah memberikan hidup yang indah selama ini. Dan semoga umurku panjang dan bisa merasakan ulang tahun ditahun tahun berikutnya. Jadi apa yang aku nggak suka dari ulang tahun? Umur tua, tanggung jawabnya semakin besar dan diumur yang semakin tua ini.. belum bisa memberi sesuatu yang besar untuk bangsa dan negara wkwk.
Beberapa tahun belakangan ini juga aku selalu diem2 aja dibsosmed kalo ultah. Nggak nulis2 status kaya kebanyakan orang "alhamdulillah 20 tahun"
"ultah nih ucapin dong"
"Mekasih semuanya yg udah ngucapin"
"Halo selamat tanggal sekian, makin tua nih"
Entah status nulis sendiri atau dibajak. Bagiku banyak kan cara bersyukur ketika kita dikasih umur panjang. Dulu sosmedku sempet dibajak "ultah nih, ucapin dong" dan demi apapun aku kesel bgt dan beberapa temen ada yg share aku ultah jadi makin2 byk yang ngasih selamat. Demi apapun aku sebenernya kurang suka kaya gitu :( bukan berarti aku menolak doa dari orang, jika dia personal ngasih doanya ya aku pasti terimakasih tapi kalo di share kemana2 ih nyebelin bgt :(  apalagi dikasih surprise beli2 kado apa kue gitu nggak suka :( mending uangnya dibeliin yang lebih bermanfaat dibanding ngasih2 kado segala macem. 

Jumat, 17 Juni 2016

CURHAT

Ya Allah malam ini pikiran lagi kabur kaburan, bercabang kepada beberapa titik. Aku merasa kuliahku agak menurun, dari segi semangat, keaktifan, absen... mungkin karena banyak juga dosen yg jarang masuk membuat aku agak malas dan aku langsung mumet ketika mengetahui nilai bahasa Indonesiaku yang hampir ga ada nilainya! Whats wrong with me? Ya Allah udah pusing mikirin target diselancar angin, sekarang perkuliahan yang waw bgt ribet! Ngga kaya semester 3, yang beneran capek. Renang 3 yang banyak banget item nya, senam irama, permainan kecil.. ditambah tugas numpuk dari dosen matkul teori. tapi alhamdulillah IP bagus, dapet ilmu banyak bgt pula. Seharusnya disemester 4 itu lebih capek dari semester sebelumnya karena aku ngambil 5 matakuliah gerak. Dan jam yang selalu pagi, harus berangakat abis subuh dari rumah, pulang sore. Juga 2 MKU yang harus bolak balik kampus A dan B tapi entah semua jadi ngga terstruktur. Bikin ga semangat. Dan bahkan ada satu mata kuliah yang hampir banget dibubarin! Hmm hampir! Sampe aku nggak bisa pikir aku dapet nilai apa dari dosen itu karena pada akhirnya satu kelas hanya mengerjakan satu tugas. Tidak ada nilai kehadiran, keaktifan dll... aduh semoga aja semarah marahnya aku nanti ketika jadi guru ataupun dosen, tidak sampai membubarkan kelas atau mempersulit siswa. Karena.. ya, beginilah rasanya. Udah bayar mahal lho ya, susah pula nyari uangnya, masih beruntung yang masih dibayarin orang tua, harus bersyukur banget deh atau yang dapet bantuan dari beasiswa. Harus banget kuliahnya bagus dibanding diriku yang sebenarnya ngga ada apa apanya ini. Hemm..

Memang, kuliah bukan hanya untuk IP, kuliah itu untuk dapet ilmu yang nantinya akan aku bagikan lagi kepada orang lain (guru) tapi setidaknya kalau IP bagus kan lulusnya jadi cepet, ngga ada matakuliah yang ngulang yang pastinya memperlambat kelulusan dan bisa terus ambil sks maksimum supaya lulus cepat.

Iya, biar lulus cepat supaya ga banyak pengeluaran juga untuk bayar semesteran yang Alhamdulillah desakan buat kerja juga sih sebenernya. Dengen kerja, jadi tahu deh gimana sulitnya cari uang. Dan kalau udah tau sulitnya cari uang, numbuhin rasa gimana supaya uang itu bermanfaat dan ngga sia sia. Karena ya itu, susah dapetnya :)

Bahkan kalau lagi kaya gini, aku mikir bisa ngga ya kuliahku lulus tepat waktu atau lulus diwaktu yang tepat mungkin? Karena ketika aku sudah tidak punya uang untuk bayar semester, "apa mungkin kuliahku sampai disini aja?tapi kalau berenti kan sayang, udah ditengah jalan" . Dulu, sempet juga ngejual hape buat bayar kuliah, ngejual tas carier, ngejual apa aja yang bisa dijual buat tambah tambah. Masih mending dulu masih ada yang bisa dijual. Sekarang apa yang mau dijual kalau ngga ada uang buat bayar semesteran? Cuti pun juga harus bayar. Hmm.. minta sama orang tua? Duh minta ongkos buat sehari hari aja kadang suka nggak tega. Kan PELATDA? amin deh pelatda. Taunya orang orang pelatda dapet uang saku yang lumayan. Tapi mereka ngga tau kehidupanku yang sebenarnya.
 :( abaikan.

Senin, 30 Mei 2016

GladiusCup2016 dan juaranya. IG: gladiuscup2016



Gladiuscup 2016 adalah tournament bulutangkis antar SMA seJabodetabek. Event ini diadakan oleh Mahasiswa Penjas B angkatan 2014 Universitas Negeri jakarta untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Administrasi Olahraga Pertandingan. Kenapa bulutangkis? Awalnya kita voting tuh, siapa yang mau usul kita bikin event apa, nah yang kuat itu ada dua pilihan, bulutangkis atau marathon fun run 5k. Kita sekelas voting lagi tuh beda tipis waktu itu, aku pribadi memilih marathon. Beberapa orang kasih komentar tentang plus minusnya marathon dan bulutangkis. Akhirnya fix cabang bulutangkis yang akan jadi event kita. Next, kita bikin susunan panitia dan kasih nama buat tournament kita. Awalnya  Penjascup, unjcup, atau apalah nama nama sekitar, tapi akhirnya kita namain Gladiuscup2016. Gladius ( Gladius Skill) adalah nama angkatan FIK UNJ 2014. Karena tanggal 20 Mei itu hari Kebangkitan Nasional, kita berencana untuk mensangkut pautkan event kita tersebut. Setelah semuanya selesai kita mulai kerja sedikit demi sedikit, bikin surat undangan, proposal, uang kas dan setiap minggu pasti kita rapat untuk kelancaran acara kita. Nama ketua kita Sigit Hardanto, anak bulutangkis, dan aku salut karena dia selalu meyakinkan kita acara kita akan sukses walaupun sebenarnya banyak sekali kendala. Aku sendiripun agak pesisimis, tapi pas H-7, persiapan kita baru sekitar 70% itu aku optimist acara kita lancar karena teman teman juga sudah mulai menunjukkan kualitas kerja mereka. Salut deh, jangan melihat satu atau dua orang yang kurang peduli. H-3 kita juga masih muter muter mencari properti yang kurang, seperti meja, soundsistem dll.  Acara dilakukan di gor suluh jatimakmur Bekasi.
Hari pertama. Aku kurang tau bagaimana jelasnya acara ini berjalan, aku tidak datang karena latihan. Pas hari kedua, aku datang satu jam sebelum jam yang ditentukan oleh ketua. (kepagian) nah, setelah panitia membereskan peralatan, kita brifing bersama ketua. Sekitar jam delapan sudah mulai pertandingan, dan suasana gedung panas sekali pada hari itu L . sekitar pukul 11.30 acara selesai kita brifing sama ketua wasit, terutama linesman.. dan untuk refreshing, sebelum kembali kerumah masing-masing kita nyanyi bersama. Sumpah ini bikin (ngakak) melihat konyolnya teman teman yang lelah tapi masih semangat.
Hari ketiga. Hari ini aku telat 30 menit karena sempat nyasar sampai Bea Cukai, karena kelewatan belokan Kalimalang, eh terus ngga ada putar balikan, di Bea cukai Ahmad yani baru ada. Kita punya perjanjian, siapa yang telat harus jualan kopi dan roti. Sepuluh menit kemudian kita brifing lagi sama ketua. Bagi-bagi tugas. Dan ada sedikit kesalahan pada medali dan sertifikat. Omagaaa  
Alhamdulillah, hari ini hujan, jadi gor tidak sepanas kemarin, peserta juga kelihatan banget lebih semangat karena final. Final terseru menurutku adalah final ganda putra. Aku dan temanku kiki taruhan, siapa yang kalah jagoannya, push up 5 kali. Ternyata ganda putra bermain rubber dengan skor ketat. Dan jagoanku kalah alhasil aku push up 5 kali. Sekitar pukul  15.00 acara selesai, pak Iwan, dosen AOP memberi masukan kepada kita, tentang event kita yang akhirnya lancar juga walaupun sebenarnya banyak kekurangan, tapi kita belajar dari event pertama ini. Dan kita semua berencana untuk mengadakan event selanjutnya dengan cabang yang mungkin berbeda. Semoga diacara selanjutnya bisa lebih baik. Dan semoga event ini bisa bermanfaat untuk semua peserta yang ganteng ganteng dan yang cantik cantik.

Pemenang Gladiuscup
Tunggal putra :
Juara 1 : Langgeng Prakoso
Juara 2 : Hilmi
Juara 3: Andika dan akbar

Tunggal putri:
Juara 1 : Aulia
Juara 2 : Nia Agata
Juara 3 : Benedicta dan Bella

Ganda putra
Juara 1 : Andika/Richi
Juara 2 : Dimas/Fauzan
Juara 3 : Raka/sandy dan Bima/Dafa

Ganda campuran
Juara 1 :  Kesi/Langgeng
Juara2 : Imam/Dewi
Juara 3: Andre/Reni dan Mustika/Krisnadi


Sampai ketemu di Gladiuscup selanjutnya!