Senin, 29 Agustus 2016

Rindu yang terdalam

Aku rindu bau harum masakan mama,
Yang persis menggambarkan rasanya
Aku rindu melihat senyum mama,
Dimana senyum itu membuat diriku bahagia lebih dari apapun..
Aku rindu kicauan mama disetiap subuh yang tak lelah membangunkanku untuk sholat subuh..

Tapi ma, aku sedang berjuang.. walaupun dirimu tidak ada disampingku sekarang, jiwamu tetap ada kapanpun itu, suaramu terngiang selalu untuk memberi tenaga..
"Sabar nak, pasti bisa" semoga mama selalu dalam lindungan Allah
aku rindu ma.. aku rindu :( 😢


Sedih

Banyak orang yang meremehkanku, satu kebodohan akan berakibat orang lain memikirkan kebodohan di bidang lain. aku hanya bisa diam, karena memang kemampuanku tidak ada apa-apanya dimata mereka. Mereka hanya tau aku di satu sisi, hanya melihat dalam satu sisi itu. Mereka melupakan sisi yang lain. Memang tidak penting juga, buat apa mereka melihat  sisi kehidupanku yang lain? Biarkan dia meremehkanku terus menerus walaupun kadang membuatku sesak. Biarkan.. biarkan terbalas semuanya lewat apa yang ia lihat ataupun sisi kehidupanku yang lain yang akan bicara. Aku yakin aku bisa walaaupun memang waktu belum mengizinkan untuk membuktikan apa yang luar biasa dariku.

Sedih ma..
Balongan, 28/08/2016

Rabu, 24 Agustus 2016

Tanpa Judul

Tanpa judul, aku menulis sesuatu yang sangat dalam, sampai ku tidak tahu harus diberi judul apa pada tulisan ini...

Waktu, tenaga, pikiran yang selama ini aku korbankan untuk sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan.. semoga ada hasilnya, aku tidak memikirkan bagaimana aku nanti, aku memikirkan bagaimana membuat bahagia kedua orang tuaku yang sudah tidak muda lagi.

Allah menjadi saksi sebenar-benarnya, aku yakin dia akan mengantarku dari lautan luas ke tepi yang indah... aku percaya itu, karena segala sesuatu pasti berakhir dengan indah, jika tidak indah, berarti itu bukan akhir.

Tidak orang ada yang tahu seberapa dalam luka pada diriku... tapi ku yakin Allah lebih tahu lebih dari diriku sekalipun.

Sekarang aku hanya berserah kepadaMu... sakit yang kurasa telah menjadi luka yang sangat membekas dan kutahu itu akan menjadi pelajaran berharga dalam hidup. Hirupan udara yang sesak, raga yang lelah, jiwa yang berusaha untuk kuat, mulut yang kadang harus terpaksa berbohong, air mata yang tiada henti entah karena haru atau sedih. Semoga menjadi kado terindah terutama untuk kedua orangtuaku. Orang tua yang selalu berkorban lebih sakit, lebih dari sesakit sakitnya aku berkorban seluruh jiwa dan raga ini.

Kebahagiaanku.. melihat kedua orang tuaku tersenyum..

Tinggal kuserahkan pada Allah bagaimana hasilnya.