Senin, 30 Mei 2016

GladiusCup2016 dan juaranya. IG: gladiuscup2016



Gladiuscup 2016 adalah tournament bulutangkis antar SMA seJabodetabek. Event ini diadakan oleh Mahasiswa Penjas B angkatan 2014 Universitas Negeri jakarta untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Administrasi Olahraga Pertandingan. Kenapa bulutangkis? Awalnya kita voting tuh, siapa yang mau usul kita bikin event apa, nah yang kuat itu ada dua pilihan, bulutangkis atau marathon fun run 5k. Kita sekelas voting lagi tuh beda tipis waktu itu, aku pribadi memilih marathon. Beberapa orang kasih komentar tentang plus minusnya marathon dan bulutangkis. Akhirnya fix cabang bulutangkis yang akan jadi event kita. Next, kita bikin susunan panitia dan kasih nama buat tournament kita. Awalnya  Penjascup, unjcup, atau apalah nama nama sekitar, tapi akhirnya kita namain Gladiuscup2016. Gladius ( Gladius Skill) adalah nama angkatan FIK UNJ 2014. Karena tanggal 20 Mei itu hari Kebangkitan Nasional, kita berencana untuk mensangkut pautkan event kita tersebut. Setelah semuanya selesai kita mulai kerja sedikit demi sedikit, bikin surat undangan, proposal, uang kas dan setiap minggu pasti kita rapat untuk kelancaran acara kita. Nama ketua kita Sigit Hardanto, anak bulutangkis, dan aku salut karena dia selalu meyakinkan kita acara kita akan sukses walaupun sebenarnya banyak sekali kendala. Aku sendiripun agak pesisimis, tapi pas H-7, persiapan kita baru sekitar 70% itu aku optimist acara kita lancar karena teman teman juga sudah mulai menunjukkan kualitas kerja mereka. Salut deh, jangan melihat satu atau dua orang yang kurang peduli. H-3 kita juga masih muter muter mencari properti yang kurang, seperti meja, soundsistem dll.  Acara dilakukan di gor suluh jatimakmur Bekasi.
Hari pertama. Aku kurang tau bagaimana jelasnya acara ini berjalan, aku tidak datang karena latihan. Pas hari kedua, aku datang satu jam sebelum jam yang ditentukan oleh ketua. (kepagian) nah, setelah panitia membereskan peralatan, kita brifing bersama ketua. Sekitar jam delapan sudah mulai pertandingan, dan suasana gedung panas sekali pada hari itu L . sekitar pukul 11.30 acara selesai kita brifing sama ketua wasit, terutama linesman.. dan untuk refreshing, sebelum kembali kerumah masing-masing kita nyanyi bersama. Sumpah ini bikin (ngakak) melihat konyolnya teman teman yang lelah tapi masih semangat.
Hari ketiga. Hari ini aku telat 30 menit karena sempat nyasar sampai Bea Cukai, karena kelewatan belokan Kalimalang, eh terus ngga ada putar balikan, di Bea cukai Ahmad yani baru ada. Kita punya perjanjian, siapa yang telat harus jualan kopi dan roti. Sepuluh menit kemudian kita brifing lagi sama ketua. Bagi-bagi tugas. Dan ada sedikit kesalahan pada medali dan sertifikat. Omagaaa  
Alhamdulillah, hari ini hujan, jadi gor tidak sepanas kemarin, peserta juga kelihatan banget lebih semangat karena final. Final terseru menurutku adalah final ganda putra. Aku dan temanku kiki taruhan, siapa yang kalah jagoannya, push up 5 kali. Ternyata ganda putra bermain rubber dengan skor ketat. Dan jagoanku kalah alhasil aku push up 5 kali. Sekitar pukul  15.00 acara selesai, pak Iwan, dosen AOP memberi masukan kepada kita, tentang event kita yang akhirnya lancar juga walaupun sebenarnya banyak kekurangan, tapi kita belajar dari event pertama ini. Dan kita semua berencana untuk mengadakan event selanjutnya dengan cabang yang mungkin berbeda. Semoga diacara selanjutnya bisa lebih baik. Dan semoga event ini bisa bermanfaat untuk semua peserta yang ganteng ganteng dan yang cantik cantik.

Pemenang Gladiuscup
Tunggal putra :
Juara 1 : Langgeng Prakoso
Juara 2 : Hilmi
Juara 3: Andika dan akbar

Tunggal putri:
Juara 1 : Aulia
Juara 2 : Nia Agata
Juara 3 : Benedicta dan Bella

Ganda putra
Juara 1 : Andika/Richi
Juara 2 : Dimas/Fauzan
Juara 3 : Raka/sandy dan Bima/Dafa

Ganda campuran
Juara 1 :  Kesi/Langgeng
Juara2 : Imam/Dewi
Juara 3: Andre/Reni dan Mustika/Krisnadi


Sampai ketemu di Gladiuscup selanjutnya!

Jumat, 27 Mei 2016

FOKUS PADA DUA HAL PENTING



Aku sangat salut kepada orang orang yang sukses pada satu hal lebih. Misalnya seorang atlet hebat tapi juga berprestasi dalam akademik. Pasti atlet itu sangat pintar membagi waktu. Kapan waktunya kuliah atau sekolah, kapan waktunya latihan, kapan waktunya tes fisik, kapan waktunya mengerjakan tugas kuliah, kapan waktunya persiapan uas dan uts, kapan waktunya bertanding. Ya, aku merasakan ini, terlebih tempat kuliah ke tempat latihanku cukup jauh J. Lebih sulitnya lagi ketika dosen tidak mau tahu dengan surat dispen atlet yang kadang cukup lama jika training center. Tapi justru ada beberapa dosen yang menghargai atlet. Kadang aku bingung mana yang harus aku pilih, misalnya UTS atau tes fisik. UAS atau bertanding? Seringkali itu terjadi dalam waktu yang bersamaan dan tentunya harus ada yang dikorbankan. Tak perlu kujelaskan betapa pentingnya menjadi atlet dan kuliah yang kujalani sekarang. Apapun jalannya yang penting aku bahagia. Yang penting aku tidak merasa tertekan, menikmati. Lelah atau sakit hati sedikit tidak apalah, namanya juga hidup, asal jangan membuatku benar benar hampir gila.
RUMAH – KAMPUS - TEMPAT MELATIH - TEMPAT LATIHAN
Aku muda, waktunya mencari pengalaman sebanyak mungkin, mencari relasi, mencari hal hal positif yang belum pernah aku temukan, mencari sesuatu yang nanti ketika tua tidak dapat dirasakan lagi dan yang terakhir.. mencari jodoh. Eaa. Dan yang penting, jangan jauhkan aku dariMu ya Allah, sesibuk apapun itu.
Lakukan apa yang ingin aku lakukan ketika aku sudah mulai jenuh, misalnya jalan-jalan kemana saja bersama teman teman, yang penting jalan-jalan. Tidak usah belanja jika tidak perlu. Walaupun kadang menahan hasrat belanja itu sulit. Asal jangan tidak makan. Kalau tidak punya uang sedikitpun dalam keadaan jenuh, biasanya aku mencover lagu di Audacity, menulis lagu, biasanya kalau lagunya sudah selesai aku mencari kunci gitarnya, lalu kurekam dengan Audacity, setelah itu upload ke Youtube. Biasanya karya karyaku di Youtube atau blog ini pun salah satu untuk menghilangkan jenuh. Walaupun karyanya nggak jelas dan buruk. But, Coba saja!
Hal apa yang biasanya aku lakukan jika sedih? Kalau tentang percintaan, biasanya aku hanya ingin mengeram dikamar, yang penting ada kuota untuk menonton channel Youtube Chandraliow . Jika sedihnya tentang keluarga, lebih baik aku tidak usah pulang, mencari tugas tugas kuliah saja yang belum dikerjakan, yang penting menjadikan diri benar benar menjadi sibuk. Sampai lupa dengan masalah apapun.

Kamis, 19 Mei 2016

Cinta Bersemi Diparkiran Kampus part II



Sejak pertemuan itu, kami semakin sering bertemu diparkiran. Selalu diparkiran, bangunan yang setengah jadi. Walaupun hanya sekedar seyum. Sempat mengobrol sebentar tentang acara ulang tahun kampus. dan sebulan kemudian kita jadi sering makan siang bareng. Hobby kita sama, tertarik sama editing video. Tapi dia lebih papan atas, karena sempat privat dengan temannya yang kuliah di UMN. Yang pasti dia juga mengerti kamera dan settingannya. Ada perbedaan diantara kita juga. Yaitu sambal. Katanya, setiap makan sambal perutnya selalu mulas. Sedangkan aku sangat gemar sambal. Anaknya asik, sopan.. aku tidak pernah menyinggung tentang pasangan, apakah dia sudah punya pasangan atau belum. Karena aku tidak mau mendengar kata-kata yang tidak ingin aku dengar karena pertanyaanku sendiri. Biar aku tahu dengan sendirinya. Dan ingat,Andin. Kamu sudah dijodohkan dengan orang lain. Tapi aku sama sekali tidak penasaran dengan laki-laki yang dijodohkan mama, apalagi semenjak aku bertemu dengan laki laki itu. Laki laki dengan motor matic hitam masih baru dan helmnya yang berwarna biru laut. Laki-laki yang tingginya sekitar 170 cm berkulit sawo matang, alis cukup tebal dan badannya agak berisi, potongan rambutnya yang rapi. Laki-laki yang sedang berkuliah tingkat akhir, yang memiliki hoby sama denganku.. dia...

  Ups. Besok acara ulang tahun kampus. dan mama menyuruh laki-laki yang dijodohkan denganku untuk mengantarku ke acara ulang tahun kampus.
“de, nanti kamu dijemput Ringga ya, belum pernah ketemu kan? Tenang dia bawa mobil kok. Jadi makeup kamu nggak akan luntur”
“oh iya de, dia kuliah atau kemana2 juga selalu bawa mobil, karena dia trauma naik motor” Begitulah kata mama. Ringga. Dua orang yang berbeda. Satunya laki-laki yang dijodohin denganku, satunya laki-laki yang aku kagumi senyumnya karena pertemuan diparkiran.
“de, lima menit lagi Ringga datang ya, kamu siap2” kata mama. Aku hanya diam. Tapi belum ada limamenit, bell berbunyi. Pasti itu dia. Aku membuka pintu.
“hai” laki-laki dibalik pintu menyapaku. Aku terdiam. menatap laki-laki yang ada dihadapanku dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Ringga” katanya seraya mengajakku salaman dan tersenyum. Aku masih terdiam. Aku tidak bisa lepas dari senyumnya.
“hei, Andin. Kok kita jadi hening gini sih?”laki-laki itu mencairkan suasana. tapi aku masih terhanyut dengan senyumnya.
“aku nggak ngerti” kataku.
“aku sudah mengenalmu Andin, kejadian di parkiran itu awalnya memang tidak sengaja, tapi setelah aku tahu kamu adalah Andin yang dijodohkan oleh orang tua kita, aku teruskan saja pertemuan kita dengan cara seperti itu”
“baru baru ini aja aku kekampus naik motor,  aku belajar menghilangkan rasa traumaku, awalnya aku sempat gagal dihari pertama, tapi jujur saat bertemu kamu, aku berusaha untuk terus naik motor supaya kita bisa bertemu setiap hari diparkiran motor kampus. dan sampai akhirnya rasa trauma itu hilang ”
Ya Tuhan... aku hanya bisa diam mendengar penjelasannya. inikah yang dimaksud cara hebatmu mempertemukan jodohku?

Selasa, 17 Mei 2016

Cinta Bersemi Diparkiran Kampus

Rasanya ingin berpaling saja jika sudah memasuki parkiran motor kampusku. Bangunan khusus parkiran yang setengah jadi, terdiri dari lebih 6 lantai ini. Aku berusaha parkir di lantai pertama agar tidak terlalu jauh dari kelas, tapi rasanya sangat tidak memungkinkan. Motor motor yang tidak tertata rapi. Ada yang melintang menghalangi jalan, ada yg berdempetan sekali. Bisa bisa motorku rusak kalau parkir disini. Oke akhirnya aku menuju lantai dua. Mengelilingi sisi parkiran namun ternyata sama penuhnya. Terpaksa aku kelantai 3!
Motor motor masih parkir pada tempatnya, banyak sisi yang kosong. Setelah aku memarkirkan motorku, ada satu motor yang ikut parkir disebelah motorku, motor matic warna hitam yang sepertinya masih agak baru. Pengendara motor itu membuka helm dan kami bertatap sebentar. Lalu dia membuka jaket dan menaruhnya di box motor, berkaca sebentar di spion lalu pergi.

Keesokan harinya. Untung saja jalanan hari ini tidak macet. Karena aku akan persentasi. Dan aku berharap aku dapat parkiran dibawah. Supaya tidak jauh dan harus lelah naik kelantai 3 dengan tangga. Sepertinya hari ini memang hari baik, aku melihat dari jauh beberapa sisi yang kosong. Yess. Karena saking fokusnya ke sisi tersebut motor dari arah kanan datang dan hampir saja bertabrakan denganku. Aku mengangguk tersenyum memberi isyarat maaf, lalu dia membuka kaca helm. Kami bertatap sebentar, "laki laki ini kan yang kemarin parkir disebelahku?" Kataku dalam hati. Dia tersenyum kecil isyarat damai.
Setelah memarkir motor. Langsung saja aku menuju kelas karena hari ini aku persentasi dan sudah telat 5 menit. Selama ini aku selalu disiplin waktu. Sangat merasa berdosa jika aku terlambat satu menitpun. Tapi beberapa hari ini selalu terhambat di parkiran motor, aku selalu telat.
"Andin"
ada yang memanggilku. Dan aku sudah tahu dengan suara seraknya yang khas, Rena. Teman sekelasku yang juga satu kelompokku untuk persentasi hari ini.
"Gimana power pointnya?" Rena menanyakan.
"Beressss"
"Wihhh.. makin rajin ya yang lagi dijodohin"
"Alahhh apa sih ren"
"Gue juga belum tau orang yg pengen dijodohin sama gue, baru tahu namanya aja.    Namanya Ringga. Ya gitu nyokap gue, orang lama.. jadi masih berasa Siti Nurbaya gitu deh hahaha"
"Terus lo mau?"
"Restu orang tua kan restu Allah juga, ya gue berusaha berbakti aja. Tapi nyokap gue nggak maksa kalo nanti pada akhirnya gue ngga mau sama laki2 yang dijodohin nama gue"

Hari ini menyenangkan! Dari jalanan tidak macet tadi pagi, dapet parkir di lantai satu dan sekaramg kelompokku persentasi dengan baik. Waktunya pulang.. dan.. tadaaaa!! Jalan menuju pulang juga tidak macet! yuhuu~ dan.. laki laki diparkian itu.
Kenapa jadi dia? Aku tak mengenalnya tapi, tatapan dan senyumnya. semoga bisa bertemu lagi.

Berharap bisa bertemu pagi ini. Aku sengaja tidak parkir dilantai satu. Aku mencoba melaju agak pelan milirik kanan kiri tapi sepertinya motor matic warna hitam yang masih baru dan helm berwarna biru laut itu tidak tampak. Hm.. aku melihat sisi yang kosong. Oke aku parkir disana.

"Tiiinnnnnn" tiba tiba suara klakson membuat kupingku sakit. Aku menoleh kebelakang. Motor matic hitam! Aku memperhatikan wajahnya. Ternyata bukan, helmnya berwarna merah.

Aku memakirkan motorku disisi kosong yang lain, karna disisi sebelumnya sudah ada orang yang lebih dulu parkir. Hmm ampunilah parkiran kampusku ini Tuhan.
Aku membuka helm dan menaruhnya di atas spion, membuka membuka buff dan jaket lalu kutaruh di jok motor.
"Andin". Aku menoleh kebelakang.

Motor matic hitam baru, helm biru. Semoga aku tidak salah, semoga laki laki itu.. tapi mana mungkin dia tahu namaku. Laki laki itu membuka helm lalu tersenyum.
"Andin?" Katanya bertanya. Ini benar dia. Kenapa bisa aku bertemu orang yang sama diparkiran tiga hari berturut2. Parkiran ini besar sekali. Ada 8 lantai. 6 lantai yang aktif dengan kendaraan.
"Hei, kataku"
"Dimotor kamu ada stiker nama kamu, jadi aku tahu deh"
"oh.. iya" kataku senyum senyum gerogi.
"Ketemu terus ya kita, kenalin. Ringga. Ekonomi"
"Andin. Fakultas..."
"Teknik?" Katanya memotong.

To be continue..

Jumat, 13 Mei 2016

MENAHAN RINDU

Malam ini.. dengan udara dingin menusuk tulang.
Seraya mendengar lagu slow yang membuat "baper".

Ya Tuhan. Bagaimana caraku menahan rasa rindu kepada dia yang telah dimiliki orang lain?
Bagaimana Tuhan?

Nada nada itu mengalun lembut meresap lewat telingaku. Pikiran pikiran yang menjemput bayangan wajahnya. Tidak ada wajah lain selain wajahnya. Wajah yang tidak tampan tapi penuh ketulusan.

Senyumnya, kebijakannya, kedewasaannya, ketidakpeduliannya..

Rasanya sakit sekali, Tuhan...

Selasa, 10 Mei 2016

Jangan Sampai Cinta ini Melebihi Cintaku PadaMu.

Aku bahagia melihat dirimu bahagia
Tapi aku sedih karena bahagiamu bukan karena aku.

Setidaknya kamu bahagia, dengan siapapun itu.
Setidaknya kamu bahagia, tidak lagi menulis status status galau di sosial media. Menggalaui dia yang katamu datang dan pergi. Kamu mengharapkan orang yang datang dan pergi tanpa menoleh kebelakang, iya dibelakang ada rasa yang dalam. Memerhatikanmu dari kejauhan, senyum senyum sendiri seperti orang gila jika mengingat hal yang lucu ketika bersamamu dulu.
Dulu aku bahagia walau sekedar disapa olehmu, begurau, bertukar pengalaman.. padahal itu hal yang biasa yang dilakukan aku pada teman temanku yang lain. Tapi entah, apapun yang berhubungan denganmu, aku bahagia sekali.
Bertingkah yang kadang tingkahku ingin diperhatikanmu.
Bahkan melihat kamu dengan orang lainpun aku tetap bahagia sampai sekarang.

Setidaknya kamu bahagia, karena kebahagiaan itu menghentikan kebodohanku untuk mendapatkan kamu.

Ya Tuhan.. rasa ini sudah sampai akar tapi aku tidak bisa apa apa.
Ya Tuhan.. jangan sampai rasa cintaku padanya melebihi rasa cintaku padaMu.

Minggu, 08 Mei 2016

Port Dickson, Malaysia

Kali ini aku akan menceritakan perjalanan try out ke Malaysia.

Perjalanan menuju bandara Kuala Lumpur lebih mengenaskan dari apa yang aku pikirkan. Team ku tidak mendapat tiket dihari hari sebelumnya karena dana yang baru saja turun akhirnya kami berangkat ke Malaysia H-1. Pesawat pukul 21.00. Jakarta-Kuala Lumpur menempuh 1 jam 50 menit. Kuala Lumpur-Port Dickson sekitar 30-40 menit. Bisa dibayangkan pukul berapa aku sampai Port Dickson? Tengah malam dan besoknya langsung bertanding yap itu yang aku pikirkan dan sepertinya  agak mengenaskan. Karna biasanya ketika bertanding team minimal sudah ada di lokasi H-2 karena untuk coba lapangan. Atau H-1 tapi sudah ada dilokasi pagi hari. Dan kali ini?

Ketika check in pesawat, ada kendala dengan peralatan selancar angin yang sulit dimasuki bagasi sekitar satu jam lebih team nego pada petugas agar peralatan kami tetapi bisa masuk bagasi. Packing alat ulang dan tentu saja kami menjadi pusat perhatian.

Setelah peralatan selesai. Ternyata sesuatu yang sama sekali tidak aku duga. Pesawat delay sekitar 2 jam lebih. Arghhh!!

Sampai Kuala Lumpur pukul 2 waktu setempat. Belum lagi menunggu peralatan yang dibagasi dan perjalanan menuju hotel. Subuh kami baru sampai hotel. Tidur hanya 4 jam lalu paginya sekitar pukul 8 langsung kepantai dan race. 

Senin, 02 Mei 2016

Membohongi diri sendiri

Kadang aku sadar akan keadaan ini.
Kadang? Seharusnya setiap saat.
Aku membohongi diriku sendiri tentang perasaanku yang tak sepantasnya. Dengan ringan dan senyuman aku bilang "perasaanku sudah lenyap. Ya, lenyap karena  waktu, karena kesibukan yang membuat jiwa raga dehidrasi."
Ketika wajahnya yang manis itu melintas dipikiran, aku terus memaksanya pergi.
Manis, wajahnya memang manis.. cemberut saja manis, apalagi tersenyum.
Sekali lagi aku berkata perasaan itu telah hilang. Tapi lagi lagi senyumnya menghampiri mimpiku.

Apakah ini yang dinamakan membohongi diri sendiri? Jangan sampai berawal dari membohongi diri sendiri, aku membohongi orang lain pula. Jangan sampai.

Hujan dan "Kenangan" kita

Belakangan ini banyak sekali kata-kata ataupun novel tentang hujan. Apa sih yang spesial dari hujan? Hanya butiran air laut yang kemudian turun dari awan. Tidak bisa dijual seperti berlian, tidak ada rasa coklat maupun keju. Warnanya bening, tidak indah seperti pelangi.

Tapi aku merasakannya. Setiap hujan turun, tapi bukan hujan yang sangat deras dan kilat yang malah membuatku takut.
Hujan.. lihatlah, aku kembali ke masa lalu. Masa masa dimana kita berteduh di halte karena hujan dan tidak membawa jas hujan. Padahal kamu membawanya di bagasi motor, tapi mana mungkin kamu memakainya sendiri dan aku kehujanan?
Atau bahkan sebaliknya.
 Kamu memilih untuk kita berteduh bersama beberapa orang yang tidak membawa jas hujan juga :)
Lima menit berteduh ternyata hujan tidak reda juga. Kita memulai pembicaraan yang seru, tentang apa saja yang membuat kita tertawa.

Disaat-saat seperti ini, sampai hujan berhentipun aku tak mau berhenti berteduh dan memutuskan pembicaraan kita yang seru itu.

Hei ingat, ternyata itu hanya masa lalu yang kuingat ketika hujan, apalagi sambil mendengarkan lagu yang romantis. Pasti aku langsung senyum senyum sendiri.

Sekarang hujannya mulai gerimis. Indah sekali ya, walaupun itu hanya kenangan.

Tak Sepantasnya

Kasihanilah hatimu
Yang sudah lelah berharap
Letih menunggu yang tak kunjung datang

Hatimu tak pantas berkorban untuknya
Berkorban untuk hati yang sekarang telah dimiliki hati lain
Untuk hati yang tak pernah menghargai kehadiran hatimu
Untuk hati yang bahkan mencabik hatimu

Hatimu..
Berhak mendapatkan yang layak lebih dari itu.