Selasa, 17 Mei 2016

Cinta Bersemi Diparkiran Kampus

Rasanya ingin berpaling saja jika sudah memasuki parkiran motor kampusku. Bangunan khusus parkiran yang setengah jadi, terdiri dari lebih 6 lantai ini. Aku berusaha parkir di lantai pertama agar tidak terlalu jauh dari kelas, tapi rasanya sangat tidak memungkinkan. Motor motor yang tidak tertata rapi. Ada yang melintang menghalangi jalan, ada yg berdempetan sekali. Bisa bisa motorku rusak kalau parkir disini. Oke akhirnya aku menuju lantai dua. Mengelilingi sisi parkiran namun ternyata sama penuhnya. Terpaksa aku kelantai 3!
Motor motor masih parkir pada tempatnya, banyak sisi yang kosong. Setelah aku memarkirkan motorku, ada satu motor yang ikut parkir disebelah motorku, motor matic warna hitam yang sepertinya masih agak baru. Pengendara motor itu membuka helm dan kami bertatap sebentar. Lalu dia membuka jaket dan menaruhnya di box motor, berkaca sebentar di spion lalu pergi.

Keesokan harinya. Untung saja jalanan hari ini tidak macet. Karena aku akan persentasi. Dan aku berharap aku dapat parkiran dibawah. Supaya tidak jauh dan harus lelah naik kelantai 3 dengan tangga. Sepertinya hari ini memang hari baik, aku melihat dari jauh beberapa sisi yang kosong. Yess. Karena saking fokusnya ke sisi tersebut motor dari arah kanan datang dan hampir saja bertabrakan denganku. Aku mengangguk tersenyum memberi isyarat maaf, lalu dia membuka kaca helm. Kami bertatap sebentar, "laki laki ini kan yang kemarin parkir disebelahku?" Kataku dalam hati. Dia tersenyum kecil isyarat damai.
Setelah memarkir motor. Langsung saja aku menuju kelas karena hari ini aku persentasi dan sudah telat 5 menit. Selama ini aku selalu disiplin waktu. Sangat merasa berdosa jika aku terlambat satu menitpun. Tapi beberapa hari ini selalu terhambat di parkiran motor, aku selalu telat.
"Andin"
ada yang memanggilku. Dan aku sudah tahu dengan suara seraknya yang khas, Rena. Teman sekelasku yang juga satu kelompokku untuk persentasi hari ini.
"Gimana power pointnya?" Rena menanyakan.
"Beressss"
"Wihhh.. makin rajin ya yang lagi dijodohin"
"Alahhh apa sih ren"
"Gue juga belum tau orang yg pengen dijodohin sama gue, baru tahu namanya aja.    Namanya Ringga. Ya gitu nyokap gue, orang lama.. jadi masih berasa Siti Nurbaya gitu deh hahaha"
"Terus lo mau?"
"Restu orang tua kan restu Allah juga, ya gue berusaha berbakti aja. Tapi nyokap gue nggak maksa kalo nanti pada akhirnya gue ngga mau sama laki2 yang dijodohin nama gue"

Hari ini menyenangkan! Dari jalanan tidak macet tadi pagi, dapet parkir di lantai satu dan sekaramg kelompokku persentasi dengan baik. Waktunya pulang.. dan.. tadaaaa!! Jalan menuju pulang juga tidak macet! yuhuu~ dan.. laki laki diparkian itu.
Kenapa jadi dia? Aku tak mengenalnya tapi, tatapan dan senyumnya. semoga bisa bertemu lagi.

Berharap bisa bertemu pagi ini. Aku sengaja tidak parkir dilantai satu. Aku mencoba melaju agak pelan milirik kanan kiri tapi sepertinya motor matic warna hitam yang masih baru dan helm berwarna biru laut itu tidak tampak. Hm.. aku melihat sisi yang kosong. Oke aku parkir disana.

"Tiiinnnnnn" tiba tiba suara klakson membuat kupingku sakit. Aku menoleh kebelakang. Motor matic hitam! Aku memperhatikan wajahnya. Ternyata bukan, helmnya berwarna merah.

Aku memakirkan motorku disisi kosong yang lain, karna disisi sebelumnya sudah ada orang yang lebih dulu parkir. Hmm ampunilah parkiran kampusku ini Tuhan.
Aku membuka helm dan menaruhnya di atas spion, membuka membuka buff dan jaket lalu kutaruh di jok motor.
"Andin". Aku menoleh kebelakang.

Motor matic hitam baru, helm biru. Semoga aku tidak salah, semoga laki laki itu.. tapi mana mungkin dia tahu namaku. Laki laki itu membuka helm lalu tersenyum.
"Andin?" Katanya bertanya. Ini benar dia. Kenapa bisa aku bertemu orang yang sama diparkiran tiga hari berturut2. Parkiran ini besar sekali. Ada 8 lantai. 6 lantai yang aktif dengan kendaraan.
"Hei, kataku"
"Dimotor kamu ada stiker nama kamu, jadi aku tahu deh"
"oh.. iya" kataku senyum senyum gerogi.
"Ketemu terus ya kita, kenalin. Ringga. Ekonomi"
"Andin. Fakultas..."
"Teknik?" Katanya memotong.

To be continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar