Kamis, 21 April 2016

TransJakarta 10/04/2016

Hari ini kekampus naik busway karena motor sepertinya harus istirahat dan diservis. Harusnya pukul 5 subuh sudah harus ada dibusway karena kuliah bulutangkis set 7. Tapi pukul 5 aku baru saja bangun. Ngggggg

Sudah enam bulan lebih tidak naik busway. Semoga ada perubahan pada pengoprasiannya yang lebih baik. Kataku dalam hati.

Ternyata setelah sampai halte aku bingung.
Pintu halte diperbanyak. Busway untuk ke Dukuh Atas dan ke Monas dipisah. Astaga aku tidak membaca tulisan dekat pintu. Sekitar sepuluh menit aku berdiri didepan pintu busway arah monas,padahal tujuanku adalah naik busway arah dukuh atas. Sebenaranya bisa saja aku naik yang kearah monas dan turun di setia budi. Tapi harus nyambung lagi.  Nggggg

Tapi tadi ada busway Ragunan-Dukuh Atas dan berhenti di pintu untuk antrian ke Monas. Aku tidak mengerti ini :(
sudah 1/2  jam aku dihalte, baru ada bis ke arah Duku atas lagi.

Senin, 18 April 2016

BADAI

Kata orang, badai itu pasti beralalu.
Seperti halnya aku bermain selancar angin, pasti pernah merasakan angin badai dan pasti angin badai itu akan berlalu.
Badai.. bukan hanya definisinya cuaca extreme dan hujan angin.

Badai..
maksudnya.. terpaan masalah dalam hidup. Segala masalah pasti akan berlalu seperti halnya badai, tapi badai bisa datang kapan saja, datang berkali-kali pula.

Tapi badai.. pasti berlalu.

Selasa, 12 April 2016

Doa-doa itu


Disetiap malam..
Doa doa itu kuselipkan untukmu
Untukmu yang sampai sekarang belum mengerti aku
Untukmu, orang yang sangat sulit di ikhlaskan.

Doa doa itu..
walau bagaimana tak pernah terpisahkan selama berjuang bersama
Seperti yang kau bilang dulu
Yang mungkin sebagai alasan pula untuk menghindari perasaanku

Hai temanku, yang akhirnya mendapat penyataanku
Semoga ketika kita bertemu lagi, rasa ikhlas sudah menguasai diriku.

Senin, 11 April 2016

Indigo

Pada saat itu aku taku takut
Rasanya enggan membuka mata

Namun ketika aku yakin, semua orang tidak percaya
Semua bilang itu hanya khayalan dan kasat mata.

Aku mencoba mendekat perlahan
Menatap dan menyapanya
Mereka ada dengan sungguh

Bukan salah orang disekelilingku yang tak percaya.
Karena semua tak melihat apa yang aku lihat
Tak merasa apa yang ku rasa
Tak mendengar apa yang aku dengar

Aku merasa sepi dikeramaian
merasa ramai dikala sepi


Puput Mutia D

Selasa, 05 April 2016

IKHLAS

Jangan tatap mataku karena itu menyakiti
Jangan sapa aku apalagi membahas tentang kita dulu.
Perlahan.. semoga perasaan ini terhenti dengan sendirinya. Ikhlas jalan keluarnya, Bukan melupakan. Tidak akan bisa melupakan jika tidak amnesia. Yang ada hanya mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi.

Senin, 04 April 2016

Sebenarnya siapa yang BAPER ?

Hanya opini

Hampir setiap hari aku mendengar kata baper. Terlebih ketika sedang berkumpul bersama teman-teman. Lama lama telingaku pecah karena terlalu sering mendengar kata baper yang menurutku agak menjengkelkan.

Kenapa?
Contoh
Si A : "Yaudah gue ngalah"
Si B : "Ah tuhkan lu mah baper"

Sebenarnya siapa yg baper? Padahal si A memang benar benar perasaan tulus mengalah. Tapi si B beranggapan terlalu serius bahwa si A terlalu "bawa perasaan" yang akhirnya mengalah dengan wajah pasrah, alhasil si B berkata "ah tuhkan lu mah baper" jadi siapa yang sebenarnya baper?
Jangan sedikit sedikit baper yang selalu dibawa dalam tengahan obrolan ketika sedang kumpul bersama teman. Banyak hal  hal menarik dan tidak menyakiti hati teman kita untuk dibicarakan. Bercanda itu ada batasan dan tempatnya. Sekali lagi hati hati karena kadang dengan tidak kita sadari bisa saja candaan kita yang awalnya untuk menghibur boleh jadi menyakiti hati seseorang.

Terus apa hubungannya dengan baper?
Banyak "meme" atau tulisan tulisan di sosmed. Bahwa semenjak ada kata baper, orang jadi lupa minta maaf.

And i agree. Ketika kamu mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang dan seseorang itu lantas marah, kamu malah bilang "ah baper lu" harusnya apa yang kita lakukan? Minta maaf bukan?

Setidaknya dengan minta maaf bisa menyejukan suasana yg panas dibanding kata "ah baper" tersebut.

Oke mari kita sama sama menghilangkan kebiasaan berkata "baper lu" karena boleh jadi itu sebenarnya kita yang baper, karena beranggapan yang berlebihan terhadap seseorang. Dan ini hanya opiniku saja :)

Aku Bimbang

Aku bimbang
Bukan karena balasan cintaku padamu
Bukan karena cinta yang bertepuk sebelah tangan

Aku bimbang
Karena persepsi persepsimu tentangku

Apakah kau percaya bahwa aku mencintaimu sungguhan?
Cinta yang tumbuh sendiri tanpa ku tahu alasannya

Bercanda. Katamu.
Balasan yang menyakitkan ketika aku merangkai kata dengan sulit.

Balasan.. pernyataan perasaan seorang wanita kepada laki laki untuk kalipertama.
Aku hanya menyatakan, tidak lebih.

apa kau takut dengan status pertemanan kita yang mungkin akan runtuh jika ada perasaan lebih? atau alasan ini hanya kau jadikan selimut untuk menutupi penolakanmu yang sebenarnya?
Lalu apakah aku harus menyalahkan perasaan yang tumbuh
sendiri itu?

GUE, LO menjadi AKU, KAMU?

GUE, LO menjadi AKU, KAMU?

Seringkali perubahan ini terjadi. Sebenarnya simpel sekali bukan? Hanya tiga huruf.
G U E dan A K U.
perbedaannya kalian pasti tahu. Seperti percintaan (pdkt) yang awal mula berinteraksi dengan bahasa lo, gue. Lalu ketika jadian berubah menjadi aku kamu. Lalu ketika putus menjadi lo, gue lagi? Yap pada dasarnya bahasa seperti ini sah sah saja pada tempatnya. Tidak mungkin kan kita menggunakan Lo,Gue ketika berbicara persentasi didepan kelas dan berinterkasi pada audiens? Pasti kita menggunakan bahasa yang lebih bagus walaupun pada teman kita sendiri si audiens itu. Lalu ketika persentasi selesai? Kita kembali menggunakan Lo, Gue untuk berinteraksi pada teman kita.  Seperti tulisan ini. Awal tulisanku di blog adalah tulisan yang menggunakan lo, gue.. tapi 2016 aku menggantinya dengan bahasa AKU. Yap karena setelah aku membacanya kembali rasanya kurang sopan saja. Padahal untuk sehari hari aku lebih banyak menggunakan bahasa lo, gue tapi ketika dipindahakan menjadi tulisan rasanya tidak enak didengar.  

Senam

Awal aku menulis tulisan ini karena suatu percakapan dengan adikku. Aku iseng untuk mengembalikan sedikit ingatanku tentang lagu daerah karena minggu lalu aku disuruh dosen Kewarganegaraan untuk menyanyikan lagu daerah didepan kelas #dangggg -_-
Dan untuk selanjutnya satu anak harus menyanyikan lagu daerah satu anak satu lagu.

"lagu daerah apa aja ya ki?"
"Sajojo, poco poco"
"Haha lagu senam SD, ciye inget haha sering dimasukin got ya sama pak Danar gara2 ga hafal gerakan?"
"Enak aja, gua mah masternya malah"

Seperti tulisanku sebelumnya, Flashback. Iya Flashback yang membuat aku tertawa karena teringat senam SD. Gerakan poco poco dan sajojo yang sangat aku banggakan karena bisa mengaplikasikannya. Yap BANGGA! Dan apa hukumannya jika tidak hafal gerakan, ngobrol ataupun bermalas malasan?. Siap siap saja untuk masuk got dengan sedikit air -_- sampai senam selesai pula. Hmm nikmat!

Aku senang sekali jika ada pelajaran senam setiap hari sabtu. Setidaknya tidak se (random) matematika dan bahasa inggris yang selalu membuatku gumoh. Ingin pulang saja kalau bisa.

Aku jarang merasakan senam irama selama SMP dan SMA.

Ketika aku kuliah. Aku senam lagi. Yeyeye
Tapi aku menganga ketika tahu bahwa senamnya adalah senam artistik. #danggg
Sudah aku bahas tentang senam artistik ditulisan sebelumnya. Pada intinya aku merindukan senam irama menggunakan lagu daerah bukan lagu zumba atau barat yang bergenre beat seperti kebanyakan. Banyak orang yang meremehkan senam dengan lagu daerah karna terkesan (jaman dahalu) tapi sebenarnya itu lebih seru karena selain mendapat sehat, kita juga ikut melestarikan budaya Indonesia. True?