25 Agustus 2014.
Masa Pengenalan
Akademik atau OSPEK. Memakai pakaian putih, rok atau celana hitam, dasi hitam,
kaos kaki hitam, sepatu pantoufel hitam dan tas hitam. Semua laki-laki harus
botak dan perempuan berambut panjang wajib dikuncir rapi. Amelya Putri utami. Jakarta,
25 12 95. cabang olahraga selancar angin. Mahasiswi yang baru saja diterima disalah
satu Universitas dijakarta Fakultas Ilmu kelaohragaan yang akan mengikuti ospek
selama sepuluh hari lamanya.. Dari rumahku
menuju kampus sekitar satu jam tiga puluh menit via Busway. Hari pertama, pukul tujuh pagi sudah harus ada
dikampus. Dan pukul enam lewat tigapuluh menit aku sampai, aku melihat banyak
mahasiswa barunya yang baris didepan gerbang. Aku langsung saja gabung memasuki
barisan. Lalu kami diajari salam oleh salah satu kakak senior yang berperawakan
tegas. “ jam segini baru dateng, kasian
tuh sama temen temen yang lain dateng dari jam empat” kata senior. Lalu kami,
menuju pos berikutnya, disuruh jongkok ala mahasiswa olahraga. Diceramahin lagi,
kata-kata yang sama. Sampai akhirnya kami memasuki barisan yang sudah
ditentukan, sesuai grup ospek. Semua yang dipakai mahasiswa baru sangat
diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak kesalahan terutama
masih banyak yang salah memakai nametag, tidak mengikuti aturan ukuran yang
sebenarnya, tidak membawa peluit atau salah warnanya, rambut laki-laki yang
belum botak dan sepatu perempuan yang terlalu tinggi haknya. Semua senior
disini hampir semua galak, (sebenarnya tegas).
Tidak lama kemudian beberapa mahasiswa baru datang lagi memasuki
barisan, lalu mereka disuruh push up. “dasar ga ada kebersamaannya, temen satu
angkatannya lagi kesusahan push up terus lo diem aja? Kalian tuh satu angkatan,
masuk bareng, lulus juga harus bareng, saling mengingatkan, kompak” salah satu
senior nyeletuk dengan suara lantang. Lalu kami masih bingung. Tapi beberapa
anak ada yang ikut push up mengikuti teman teman yang baru saja dihukum itu. Akhirnya
satu persatu mengikuti. Push up asal-asalan akan diulang hitungannya. “jangan
makan tulang temen! Kasian temen lo udah
push, lo malah ngasal, kalo masih ada yang ngasal, bakal ditambah terus push
upnya.”
Dengan kemeja putih
panjang, rok panjang, pakai dasi,,, yang tadinya rapi dan wangi berubah menjadi seperti orang yang barusaja
bergelinding dihutan. Kumel, dasi
kemana-mana, belahan jahitan rok robek karena kebanyakan gerak.. salah sedikit,
disuruh push up, padahal yang salah satu orang, tapi disini kita bukan satu
orang melainkan satu angkatan., jadi satu orang salah kita pun salah.. kadang bukan
push up, jongkok setengah, jongkok versi mahasiswa olahraga katanya. Pakai sepatu
pantoufel dan jinjit, beberapa menit sampai paha bergetar menahan posisi. Ada hal
yang paling melelahkan menurutku. Yaitu bumbata. Yaitu tutup mata dengan empat
jari, dan jari jempol menutup telinga. Ini adalah hal yang paling aku pasrah. Karena
beberapa menit saja rasanya pegal, apalagi ketika buka mata, hitam, ngeblur,
pusing. Bumbata ini ceritanya loading
sekaligus fisik juga. Hari pertama beberapa anak yang agak aneh mendapat
julukan, ada syahrini, ikan pesut, siluman dll. lagi capek, ketika senior
memanggil siluman, siluman harus pergakan yang disuruh senior, dan yang pasti ini
sangat lucu dan menghibur, yang tadi muka-muka gerah sekarang kembali fresh.
Kita harus menghafal
beberapa lagu dan yel-yel yang keren banget. Suara harus keras dan lantang,
gerakan harus kompak banget. Kalo bisa suara kita harus bikin runtuh gedung
dengan suara kita gimanapun caranya. Ada sesi mentoring setelah sholat dzuhur,
kita dibikin kelompok yang beda lagi. Kali ini yang perempuan dan laki-laki
dipisah. Otomatis harus kenalan lagi. Mentoring, sharing-sharing yang positif
dengan kakak kakak yang baik, kenalan lagi sama temen kelompok baru yang
nantinya itu akan jadi temen satu kelas kita ternyata. Sesi mentoring ini sesi
paling enak, yaiyalah karena bisa sekalian istirahat, duduk manis dengerin yang
manis-manis pula. Haha. Tapi rasanya waktu cepat sekali.
Mengenai makan, kita
sudah dijadwalkan setiap harinya membawa makanan apa. Harus sama. Makan dihitung,
harus secepat mungkin, harus rapi, nggak boleh ada yang jatuh-jatuh makannnya. Kalo
ada temen yang nggak bawa, gimana caranya semua satu angkatan harus kebagian
makan. Habis makan, disuruh push up, ada aja kesalahan. Dan aku nggak pernah
sedikitpun merasa lapar saat ospek. Aku hanya haus.. sepuluh mili air sangat
berarti bagiku. Karena setiap anak hanya membawa satu liter air setiap harinya..
ospek selesai ukul lima sore. Ada masa mengenalan cabang olahraga juga.. setiap
pos kita disuruh nyanyi, nggak kompak, ya disuruh ulang sampe kompak.. abis itu
dijelasin tentang cabang yang akan dikenalkan, terus praktek. Seru. Dan pada
hari pertama pengenalan cabang olahraga, kita dikasih minum hanya beberpa mili
tapi semua harus kebagian. Kebagian hanya satu tutup botol berisi air. Aku sudah
bergumam “ akhirnya.. bisa minum juga” dan aku dengan semangat meminum pas
giliranku. Dan ternyata.... airnya asin :( barisan
belakang sudah tahu kalo itu airnya asin tapi harus ikut minum juga. Tenggorokanku
makin kering. Ospek selesai pukul lima setiap harinya, jika ada sesi materi
entah dari dosen, dari siapapun, kita duduk.. dan banyak yang tidur sambil
duduk saking lelahnya. Hampir setiap jam kita push up, nggak
jauh-jauh dari fisik sih intinya. Selama sembilan hari berikutnya aku berangkat
pukul empat dari rumah, sholat subuh di kampus. Dan selesai ospek pukul lima
sore. Busway jam segini, lagi penuh-penuhnya, oh ya, kita tidak diperbolehkan
selama ospek membawa kendaraan, motor ataupun mobil. Walaupun ada beberapa yang
melanggar, parkir didekat dekat kampus. Hahaha. Sampai rumah pukul delapan
malam, lalu harus cari apa yang harus dibawa besok, makanan atau apapun itu. Alhamdulillah
aku full ikut ospek selama sepuluh hari. Oh ya, ospek angkatanku terdiri dai
dua puluh kelompok, dan nama nama kelompoknya adalah anatomi tubuh manusia. Seperti
karpal, zigomatikum dll. Dan nggak lupa setiap harinya senior selalu cek
perlengkapan kita. Tapi sampai hari ke delapan masih saja ada yang salah, entah
warna peluitnya atau talinya. “kalian satu angkatan, ingetin temennya, apa aja
yang harus dibawa.. ingetin yang lainnya biar dateng jangan sendiri sendiri,
apatis”.
Biasanya ketika kita
pindah tempat misalnya dari lapangan satu kelapangan dua, setiap jalan, bertemu
siapapun itu, dosen, senior, asdos, tukang sapu, wajib bilang permisi. Dilatih agar
punya Attitude yang baik.
Keimpulan : ospek yang
aku rasain sangat berguna banget, terlebih pas aku sudah menjalankan kuliah,
sangat berasa banget gunanya push up, makan dihitung, disiplin waktu, bilang
permisi.. karena olahraga,maka matakuliah nya pun olahraga, ospek kita sudah
dikuatin fisiknya supaya ngejalanin kuliahnya pun nggak kaget, sudah kuat fisik
dan mentalnya. Disiplin waktu, supaya kuliahnya nggak pernah telat, selalu
bilang permisi sama siapapun biar attitudenya baik, walaupun kita disuruh push
up tapi masih ada hiburannya, ketawa bareng.. jadi nggak bikin stress, dilatih
kekompakan dan kebersamaan, dan nggak lupa sama agama. karena setiap hari
dikasih sesi mentoring. Over all, semuanya berguna banget walaupun waktu
sepuluh hari sebenernya nggak cukup untuk merubah kepribadian seseorang.
Harapan untuk yang akan
datang. semoga menerapkan ospek yang selalu berkaitan untuk kedepannya, hal
yang positif, jangan murid atau mahasiswa dusuruh bawa coklat, suruh beli
coklat yang macem macem rasanya, itu
nggak ada manfaatnya. Buat apa? Melatih supaya apa? Nggak ada kan?. Teruslah pada
hal yang positif dan bermanfaat. :)