Jumat, 22 Juli 2016

Jangan lupa bahagia :)

Halo dunia. Kadang kita merasa apa yang kita perjuangkan pasti ada titik akhir. Ketika kita berusaha keras untuk olimpiade, lalu kita menang, kita hanya menang pada hari itu, juara dan naik podium. Ketika turun dari podium, kita bukan siapa siapa lagi. Perjuangan tidak ada titik akhir. Tidak berjuang pasti tidak bisa hidup, jika bisa hidup, berarti kita telah ditampung oleh tangan orang lain. Namun,  Apa yang kita perjuangkan sekarang selalu ada efeknya dikemudian hari? Entah esok, lusa atau seperempat abad lagi?? Suatu pencapaian bukan berarti masalah telah selesai. Kupikir setelah menjadi juara, hal hal yang menyakitkan akan hilang. Namun ternyata tidak sama sekali. Aku tersadar bahwa kita hidup harus bahagia. Harus dan harus. Punya rencana yang tersusun rapi. Tujuan hidup ini adalah bahagia di dunia dan di akhirat. Kamu yang selalu sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan kuliah, sibuk latihan.. semua itu dilakukan untuk suatu pencapaian. Ingatlah hak kita untuk bahagia di dunia ini. Kita yang merasakannya sendiri bahagianya. Diri sendiri yang tahu bagaimana caranya. Kadang aku selalu mengurusi pekerjaan. Ingin suatu pencapaian yang sukses. Dan pencapaian itu akan dipersembahkan untuk diri sendiri dan orang orang tersayang.
Dan akhirnya lupa cara membahagiakan diri  sendiri.. terlalu sibuk, terlalu ambisi...

Jangan lupa bahagia. Semoga Allah selalu disamping kita. Amin..

Kamis, 21 Juli 2016

Aku, pembohong sebenarnya

Apakah di dunia ini tidak ada satu orang pun yang tidak pernah berbohong? Selalu jujur dalam hidupnya, sedikitpun tidak pernah melakukan suatu kebohongan walalupun hanya untuk kebaikan sekalipun. menurutku jujur itu sulit sekali.  "Nyontek" dikategorikan sebagai hal yang tidak jujur dan hampir setiap hari para siswa dan mahasiswa melakukannya. Termasuk aku.
Hal kecil seperti janjian, terus telat dan kita bilang ada urusan tertuntu padahal kita memang kesiangan. Apalagi bilang seperti itu pada orang tua. Duh merasa dosanya dua kali lipat. Kenapa ya harus berbohong? Salah satunya demi menghindari hal yang tidak diingankan. Oleh siapa? Oleh kita sendiri, seseorang yang berbohong. Kadang tanpa memikirkan ruginya bagi orang yang kita bohongi. Ya, kita manusia egois. "Yang penting gue aman" padahal kita tahu sendiri bagaimana rasa sakitnya dibohongi dalam hal apapun.

Tapi kadang memang kita sudah memikirkan matang matang agar segala yang buruk tidak terjadi pada siapapun itu. Terhadap kita sendiri maupun orang-orang disekitar. Dan akhirnya pilihan tetap harus berbohong. Sulit sekali. Sangat sulit. Bahkan tidak sedikit orang yang ketagihan berbohong.. segala yang dibicarakannya adalah dusta. Karena sering terselamatkan dengan berbohong.

Semoga pribadi ini bisa mengurangi kebohongan sesikit demi sedikit. Dan menjadi orang yang jujur pada akhirnya.

Terimakasih telah membaca :)

Selasa, 19 Juli 2016

PENGALAMAN OSPEK



25 Agustus 2014.
Masa Pengenalan Akademik atau OSPEK. Memakai pakaian putih, rok atau celana hitam, dasi hitam, kaos kaki hitam, sepatu pantoufel hitam dan tas hitam. Semua laki-laki harus botak dan perempuan berambut panjang wajib dikuncir rapi. Amelya Putri utami. Jakarta, 25 12 95. cabang olahraga selancar angin. Mahasiswi yang baru saja diterima disalah satu Universitas dijakarta Fakultas Ilmu kelaohragaan yang akan mengikuti ospek selama sepuluh hari lamanya..  Dari rumahku menuju kampus sekitar satu jam tiga puluh menit via Busway.  Hari pertama, pukul tujuh pagi sudah harus ada dikampus. Dan pukul enam lewat tigapuluh menit aku sampai, aku melihat banyak mahasiswa barunya yang baris didepan gerbang. Aku langsung saja gabung memasuki barisan. Lalu kami diajari salam oleh salah satu kakak senior yang berperawakan tegas.  “ jam segini baru dateng, kasian tuh sama temen temen yang lain dateng dari jam empat” kata senior. Lalu kami, menuju pos berikutnya, disuruh jongkok ala mahasiswa olahraga. Diceramahin lagi, kata-kata yang sama. Sampai akhirnya kami memasuki barisan yang sudah ditentukan, sesuai grup ospek. Semua yang dipakai mahasiswa baru sangat diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak kesalahan terutama masih banyak yang salah memakai nametag, tidak mengikuti aturan ukuran yang sebenarnya, tidak membawa peluit atau salah warnanya, rambut laki-laki yang belum botak dan sepatu perempuan yang terlalu tinggi haknya. Semua senior disini hampir semua galak, (sebenarnya tegas).  Tidak lama kemudian beberapa mahasiswa baru datang lagi memasuki barisan, lalu mereka disuruh push up. “dasar ga ada kebersamaannya, temen satu angkatannya lagi kesusahan push up terus lo diem aja? Kalian tuh satu angkatan, masuk bareng, lulus juga harus bareng, saling mengingatkan, kompak” salah satu senior nyeletuk dengan suara lantang. Lalu kami masih bingung. Tapi beberapa anak ada yang ikut push up mengikuti teman teman yang baru saja dihukum itu. Akhirnya satu persatu mengikuti. Push up asal-asalan akan diulang hitungannya. “jangan makan tulang temen!  Kasian temen lo udah push, lo malah ngasal, kalo masih ada yang ngasal, bakal ditambah terus push upnya.”
Dengan kemeja putih panjang, rok panjang, pakai dasi,,, yang tadinya rapi dan wangi  berubah menjadi seperti orang yang barusaja bergelinding dihutan.  Kumel, dasi kemana-mana, belahan jahitan rok robek karena kebanyakan gerak.. salah sedikit, disuruh push up, padahal yang salah satu orang, tapi disini kita bukan satu orang melainkan satu angkatan., jadi satu orang salah kita pun salah.. kadang bukan push up, jongkok setengah, jongkok versi mahasiswa olahraga katanya. Pakai sepatu pantoufel dan jinjit, beberapa menit sampai paha bergetar menahan posisi. Ada hal yang paling melelahkan menurutku. Yaitu bumbata. Yaitu tutup mata dengan empat jari, dan jari jempol menutup telinga. Ini adalah hal yang paling aku pasrah. Karena beberapa menit saja rasanya pegal, apalagi ketika buka mata, hitam, ngeblur, pusing.  Bumbata ini ceritanya loading sekaligus fisik juga. Hari pertama beberapa anak yang agak aneh mendapat julukan, ada syahrini, ikan pesut, siluman dll. lagi capek, ketika senior memanggil siluman, siluman harus pergakan yang disuruh senior, dan yang pasti ini sangat lucu dan menghibur, yang tadi muka-muka gerah sekarang kembali fresh.
Kita harus menghafal beberapa lagu dan yel-yel yang keren banget. Suara harus keras dan lantang, gerakan harus kompak banget. Kalo bisa suara kita harus bikin runtuh gedung dengan suara kita gimanapun caranya. Ada sesi mentoring setelah sholat dzuhur, kita dibikin kelompok yang beda lagi. Kali ini yang perempuan dan laki-laki dipisah. Otomatis harus kenalan lagi. Mentoring, sharing-sharing yang positif dengan kakak kakak yang baik, kenalan lagi sama temen kelompok baru yang nantinya itu akan jadi temen satu kelas kita ternyata. Sesi mentoring ini sesi paling enak, yaiyalah karena bisa sekalian istirahat, duduk manis dengerin yang manis-manis pula. Haha. Tapi rasanya waktu cepat sekali.

Mengenai makan, kita sudah dijadwalkan setiap harinya membawa makanan apa. Harus sama. Makan dihitung, harus secepat mungkin, harus rapi, nggak boleh ada yang jatuh-jatuh makannnya. Kalo ada temen yang nggak bawa, gimana caranya semua satu angkatan harus kebagian makan. Habis makan, disuruh push up, ada aja kesalahan. Dan aku nggak pernah sedikitpun merasa lapar saat ospek. Aku hanya haus.. sepuluh mili air sangat berarti bagiku. Karena setiap anak hanya membawa satu liter air setiap harinya.. ospek selesai ukul lima sore. Ada masa mengenalan cabang olahraga juga.. setiap pos kita disuruh nyanyi, nggak kompak, ya disuruh ulang sampe kompak.. abis itu dijelasin tentang cabang yang akan dikenalkan, terus praktek. Seru. Dan pada hari pertama pengenalan cabang olahraga, kita dikasih minum hanya beberpa mili tapi semua harus kebagian. Kebagian hanya satu tutup botol berisi air. Aku sudah bergumam “ akhirnya.. bisa minum juga” dan aku dengan semangat meminum pas giliranku. Dan ternyata.... airnya asin :( barisan belakang sudah tahu kalo itu airnya asin tapi harus ikut minum juga. Tenggorokanku makin kering. Ospek selesai pukul lima setiap harinya, jika ada sesi materi entah dari dosen, dari siapapun, kita duduk.. dan banyak yang tidur sambil duduk saking lelahnya. Hampir setiap jam kita push up, nggak jauh-jauh dari fisik sih intinya. Selama sembilan hari berikutnya aku berangkat pukul empat dari rumah, sholat subuh di kampus. Dan selesai ospek pukul lima sore. Busway jam segini, lagi penuh-penuhnya, oh ya, kita tidak diperbolehkan selama ospek membawa kendaraan, motor ataupun mobil. Walaupun ada beberapa yang melanggar, parkir didekat dekat kampus. Hahaha. Sampai rumah pukul delapan malam, lalu harus cari apa yang harus dibawa besok, makanan atau apapun itu. Alhamdulillah aku full ikut ospek selama sepuluh hari. Oh ya, ospek angkatanku terdiri dai dua puluh kelompok, dan nama nama kelompoknya adalah anatomi tubuh manusia. Seperti karpal, zigomatikum dll. Dan nggak lupa setiap harinya senior selalu cek perlengkapan kita. Tapi sampai hari ke delapan masih saja ada yang salah, entah warna peluitnya atau talinya. “kalian satu angkatan, ingetin temennya, apa aja yang harus dibawa.. ingetin yang lainnya biar dateng jangan sendiri sendiri, apatis”.
Biasanya ketika kita pindah tempat misalnya dari lapangan satu kelapangan dua, setiap jalan, bertemu siapapun itu, dosen, senior, asdos, tukang sapu, wajib bilang permisi. Dilatih agar punya Attitude yang baik.

Keimpulan : ospek yang aku rasain sangat berguna banget, terlebih pas aku sudah menjalankan kuliah, sangat berasa banget gunanya push up, makan dihitung, disiplin waktu, bilang permisi.. karena olahraga,maka matakuliah nya pun olahraga, ospek kita sudah dikuatin fisiknya supaya ngejalanin kuliahnya pun nggak kaget, sudah kuat fisik dan mentalnya. Disiplin waktu, supaya kuliahnya nggak pernah telat, selalu bilang permisi sama siapapun biar attitudenya baik, walaupun kita disuruh push up tapi masih ada hiburannya, ketawa bareng.. jadi nggak bikin stress, dilatih kekompakan dan kebersamaan, dan nggak lupa sama agama. karena setiap hari dikasih sesi mentoring. Over all, semuanya berguna banget walaupun waktu sepuluh hari sebenernya nggak cukup untuk merubah kepribadian seseorang.
Harapan untuk yang akan datang. semoga menerapkan ospek yang selalu berkaitan untuk kedepannya, hal yang positif, jangan murid atau mahasiswa dusuruh bawa coklat, suruh beli coklat yang macem macem rasanya,  itu nggak ada manfaatnya. Buat apa? Melatih supaya apa? Nggak ada kan?. Teruslah pada hal yang positif dan bermanfaat. :)


Sabtu, 16 Juli 2016

Ya Allah. Peluklah aku

Ya Allah aku harus berusaha menahan keadaan yang menyakiti, keadaan yang sangat aku tidak inginkan sebenarnya, keadaan yang selalu membuatku takut. Keadaan yang selalu membuat air mataku menetes...

Ya Allah.. aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata kata.. tapi ku yakin kau tahu segalanya.

Sakit sekali Ya Allah, ingin sekali tubuh yang  merintih ini dipeluk olehMu.

Kuatkan aku.. ku mohon. Karena aku percaya Kau sedang sibuk.. sibuk membungkus kado terindah untukku.

Minggu, 10 Juli 2016

Review Film Koala Kumal-Raditya Dika

Kali ini aku akan review film Koala Kumal.
Pertama kali aku review film, pertama kali nonton film Raditya dika.
Rencananya setelah aku nonton film aku akan baca novelnya. Karena biasanya novel jauh lebih bagus dibanding filmnya. Jadi kalo baca novelnya dulu baru nonton filmnya,rasanya sakit hati. "Kenapa jadi begini?"

Oke kita mulai. Disini dimulai opening raditya dika lagi ngeliat pasangan berantem dan akhirnya putus.. abis itu aku kira setelah scene ini ada adegan yang agak beda yang bikin oh begini.. oh ternyata.. tapi sampe setengah jam film berlalu aku ngerasa kok filmnya kaya jalan ditempat? Aku mulai sabar nungguin filmnya agak mulai klimaks. Sampe 45 menit aku sudah bisa nilai filmnya ini gak bagus -_- disini aku apresiasi akting Sheryl yang lumayan total. Nino dan Acha yang seharusnya sebagai pelengkap bahkan lebih terlihat oke disini. Menutup Raditya dika sebagai pemeran utama. Aku juga nonton film ini karena ada youtuber. Tommy dan kevin. Yang ternyata porsinya sedikit sekali, tidak seperti yang aku bayangkan. Hmm aku masih nungguin klimaksnya.. ternyata masih aja datar. Nggak bikin aku ketawa ngakak sampe adegan si Raditya jadi kaya orang stroke karena obat pelemas otot. Udah, adegan disitu aja aku ngakaknya.. filmnya udah ketebak.. tentang Sheryl yang berperan sebagai Trisna yang ditinggal si Coki.. aku udah berpikiran pasti si Coki meninggal. Karena pas Trisna cerita ke Radit kalo dia ditinggal sama pacarnya, dia nggak bilang alesannya kenapa. Nggak seperti Radit yang ditinggal sama tunangannya karena ada laki2 lain yang lebih keren. Ini film diluar ekspetasi aku banget. Aku pikir nanti aku akan ketawa dari awal sampe akhir pas nonton film koala kumal yang lagi hangat dibicarakan tapi ternyata.. No. Plusnya, akting Sheryl yang agak kasih warna sama film ini.

Kalo suruh nilai film ini, aku akan kasih 60 dari 100. Dan aku akan coba baca bukunya. Semoga bisa mengobati kekecewaanku. Hehe.

Ini hanya pendapatku. Aku bukan Fans Radit ataupu haters. Aku hanya berpendapat :)

Senin, 04 Juli 2016

Hal Yang Paling Menyebalkan

Entah kenapa ketika aku lagi agak bingung mau nulis apa, dan ketika ngerasain jadi inget lagi. Hal yang paling menyebalkan itu beda ya dengan hal yang paling menyedihkan.. kalo hal yang menyedihkan itu agak susah ditebak. Tergantung suasananya juga kaya gimana. Jadi hal yang pasti dan paling menyebalkan atau yang paling aku tidak suka adalah... MENUNGGU. Demi apapun  ini suka bikin kuping panas. Hal yang sering terjadi adalah ketika janjian sama temen dan ternyata ngaret berjam jam terus aku harus nunggu gajelas, hampa.. apalagi kalo dibawah matahari. Sebenarnya menunggu dalam hal apapun itu si.. kaya nunggu hasil ujian, nunggu temen milih milih barang pas belanja bareng yang kadang suka kelamaan milih taunya nggak jadi beli dan ketika nunggu terlalu lama karena si Dia tak kunjung nembak. Eaa. Mati kali ah ditembak. just kidding :D

Yang kedua. Beberapa tahun ini aku nggak suka ulang tahun :( aku sangat bersyur Allah sudah memberikan hidup yang indah selama ini. Dan semoga umurku panjang dan bisa merasakan ulang tahun ditahun tahun berikutnya. Jadi apa yang aku nggak suka dari ulang tahun? Umur tua, tanggung jawabnya semakin besar dan diumur yang semakin tua ini.. belum bisa memberi sesuatu yang besar untuk bangsa dan negara wkwk.
Beberapa tahun belakangan ini juga aku selalu diem2 aja dibsosmed kalo ultah. Nggak nulis2 status kaya kebanyakan orang "alhamdulillah 20 tahun"
"ultah nih ucapin dong"
"Mekasih semuanya yg udah ngucapin"
"Halo selamat tanggal sekian, makin tua nih"
Entah status nulis sendiri atau dibajak. Bagiku banyak kan cara bersyukur ketika kita dikasih umur panjang. Dulu sosmedku sempet dibajak "ultah nih, ucapin dong" dan demi apapun aku kesel bgt dan beberapa temen ada yg share aku ultah jadi makin2 byk yang ngasih selamat. Demi apapun aku sebenernya kurang suka kaya gitu :( bukan berarti aku menolak doa dari orang, jika dia personal ngasih doanya ya aku pasti terimakasih tapi kalo di share kemana2 ih nyebelin bgt :(  apalagi dikasih surprise beli2 kado apa kue gitu nggak suka :( mending uangnya dibeliin yang lebih bermanfaat dibanding ngasih2 kado segala macem.