Selasa, 19 Juli 2016

PENGALAMAN OSPEK



25 Agustus 2014.
Masa Pengenalan Akademik atau OSPEK. Memakai pakaian putih, rok atau celana hitam, dasi hitam, kaos kaki hitam, sepatu pantoufel hitam dan tas hitam. Semua laki-laki harus botak dan perempuan berambut panjang wajib dikuncir rapi. Amelya Putri utami. Jakarta, 25 12 95. cabang olahraga selancar angin. Mahasiswi yang baru saja diterima disalah satu Universitas dijakarta Fakultas Ilmu kelaohragaan yang akan mengikuti ospek selama sepuluh hari lamanya..  Dari rumahku menuju kampus sekitar satu jam tiga puluh menit via Busway.  Hari pertama, pukul tujuh pagi sudah harus ada dikampus. Dan pukul enam lewat tigapuluh menit aku sampai, aku melihat banyak mahasiswa barunya yang baris didepan gerbang. Aku langsung saja gabung memasuki barisan. Lalu kami diajari salam oleh salah satu kakak senior yang berperawakan tegas.  “ jam segini baru dateng, kasian tuh sama temen temen yang lain dateng dari jam empat” kata senior. Lalu kami, menuju pos berikutnya, disuruh jongkok ala mahasiswa olahraga. Diceramahin lagi, kata-kata yang sama. Sampai akhirnya kami memasuki barisan yang sudah ditentukan, sesuai grup ospek. Semua yang dipakai mahasiswa baru sangat diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak kesalahan terutama masih banyak yang salah memakai nametag, tidak mengikuti aturan ukuran yang sebenarnya, tidak membawa peluit atau salah warnanya, rambut laki-laki yang belum botak dan sepatu perempuan yang terlalu tinggi haknya. Semua senior disini hampir semua galak, (sebenarnya tegas).  Tidak lama kemudian beberapa mahasiswa baru datang lagi memasuki barisan, lalu mereka disuruh push up. “dasar ga ada kebersamaannya, temen satu angkatannya lagi kesusahan push up terus lo diem aja? Kalian tuh satu angkatan, masuk bareng, lulus juga harus bareng, saling mengingatkan, kompak” salah satu senior nyeletuk dengan suara lantang. Lalu kami masih bingung. Tapi beberapa anak ada yang ikut push up mengikuti teman teman yang baru saja dihukum itu. Akhirnya satu persatu mengikuti. Push up asal-asalan akan diulang hitungannya. “jangan makan tulang temen!  Kasian temen lo udah push, lo malah ngasal, kalo masih ada yang ngasal, bakal ditambah terus push upnya.”
Dengan kemeja putih panjang, rok panjang, pakai dasi,,, yang tadinya rapi dan wangi  berubah menjadi seperti orang yang barusaja bergelinding dihutan.  Kumel, dasi kemana-mana, belahan jahitan rok robek karena kebanyakan gerak.. salah sedikit, disuruh push up, padahal yang salah satu orang, tapi disini kita bukan satu orang melainkan satu angkatan., jadi satu orang salah kita pun salah.. kadang bukan push up, jongkok setengah, jongkok versi mahasiswa olahraga katanya. Pakai sepatu pantoufel dan jinjit, beberapa menit sampai paha bergetar menahan posisi. Ada hal yang paling melelahkan menurutku. Yaitu bumbata. Yaitu tutup mata dengan empat jari, dan jari jempol menutup telinga. Ini adalah hal yang paling aku pasrah. Karena beberapa menit saja rasanya pegal, apalagi ketika buka mata, hitam, ngeblur, pusing.  Bumbata ini ceritanya loading sekaligus fisik juga. Hari pertama beberapa anak yang agak aneh mendapat julukan, ada syahrini, ikan pesut, siluman dll. lagi capek, ketika senior memanggil siluman, siluman harus pergakan yang disuruh senior, dan yang pasti ini sangat lucu dan menghibur, yang tadi muka-muka gerah sekarang kembali fresh.
Kita harus menghafal beberapa lagu dan yel-yel yang keren banget. Suara harus keras dan lantang, gerakan harus kompak banget. Kalo bisa suara kita harus bikin runtuh gedung dengan suara kita gimanapun caranya. Ada sesi mentoring setelah sholat dzuhur, kita dibikin kelompok yang beda lagi. Kali ini yang perempuan dan laki-laki dipisah. Otomatis harus kenalan lagi. Mentoring, sharing-sharing yang positif dengan kakak kakak yang baik, kenalan lagi sama temen kelompok baru yang nantinya itu akan jadi temen satu kelas kita ternyata. Sesi mentoring ini sesi paling enak, yaiyalah karena bisa sekalian istirahat, duduk manis dengerin yang manis-manis pula. Haha. Tapi rasanya waktu cepat sekali.

Mengenai makan, kita sudah dijadwalkan setiap harinya membawa makanan apa. Harus sama. Makan dihitung, harus secepat mungkin, harus rapi, nggak boleh ada yang jatuh-jatuh makannnya. Kalo ada temen yang nggak bawa, gimana caranya semua satu angkatan harus kebagian makan. Habis makan, disuruh push up, ada aja kesalahan. Dan aku nggak pernah sedikitpun merasa lapar saat ospek. Aku hanya haus.. sepuluh mili air sangat berarti bagiku. Karena setiap anak hanya membawa satu liter air setiap harinya.. ospek selesai ukul lima sore. Ada masa mengenalan cabang olahraga juga.. setiap pos kita disuruh nyanyi, nggak kompak, ya disuruh ulang sampe kompak.. abis itu dijelasin tentang cabang yang akan dikenalkan, terus praktek. Seru. Dan pada hari pertama pengenalan cabang olahraga, kita dikasih minum hanya beberpa mili tapi semua harus kebagian. Kebagian hanya satu tutup botol berisi air. Aku sudah bergumam “ akhirnya.. bisa minum juga” dan aku dengan semangat meminum pas giliranku. Dan ternyata.... airnya asin :( barisan belakang sudah tahu kalo itu airnya asin tapi harus ikut minum juga. Tenggorokanku makin kering. Ospek selesai pukul lima setiap harinya, jika ada sesi materi entah dari dosen, dari siapapun, kita duduk.. dan banyak yang tidur sambil duduk saking lelahnya. Hampir setiap jam kita push up, nggak jauh-jauh dari fisik sih intinya. Selama sembilan hari berikutnya aku berangkat pukul empat dari rumah, sholat subuh di kampus. Dan selesai ospek pukul lima sore. Busway jam segini, lagi penuh-penuhnya, oh ya, kita tidak diperbolehkan selama ospek membawa kendaraan, motor ataupun mobil. Walaupun ada beberapa yang melanggar, parkir didekat dekat kampus. Hahaha. Sampai rumah pukul delapan malam, lalu harus cari apa yang harus dibawa besok, makanan atau apapun itu. Alhamdulillah aku full ikut ospek selama sepuluh hari. Oh ya, ospek angkatanku terdiri dai dua puluh kelompok, dan nama nama kelompoknya adalah anatomi tubuh manusia. Seperti karpal, zigomatikum dll. Dan nggak lupa setiap harinya senior selalu cek perlengkapan kita. Tapi sampai hari ke delapan masih saja ada yang salah, entah warna peluitnya atau talinya. “kalian satu angkatan, ingetin temennya, apa aja yang harus dibawa.. ingetin yang lainnya biar dateng jangan sendiri sendiri, apatis”.
Biasanya ketika kita pindah tempat misalnya dari lapangan satu kelapangan dua, setiap jalan, bertemu siapapun itu, dosen, senior, asdos, tukang sapu, wajib bilang permisi. Dilatih agar punya Attitude yang baik.

Keimpulan : ospek yang aku rasain sangat berguna banget, terlebih pas aku sudah menjalankan kuliah, sangat berasa banget gunanya push up, makan dihitung, disiplin waktu, bilang permisi.. karena olahraga,maka matakuliah nya pun olahraga, ospek kita sudah dikuatin fisiknya supaya ngejalanin kuliahnya pun nggak kaget, sudah kuat fisik dan mentalnya. Disiplin waktu, supaya kuliahnya nggak pernah telat, selalu bilang permisi sama siapapun biar attitudenya baik, walaupun kita disuruh push up tapi masih ada hiburannya, ketawa bareng.. jadi nggak bikin stress, dilatih kekompakan dan kebersamaan, dan nggak lupa sama agama. karena setiap hari dikasih sesi mentoring. Over all, semuanya berguna banget walaupun waktu sepuluh hari sebenernya nggak cukup untuk merubah kepribadian seseorang.
Harapan untuk yang akan datang. semoga menerapkan ospek yang selalu berkaitan untuk kedepannya, hal yang positif, jangan murid atau mahasiswa dusuruh bawa coklat, suruh beli coklat yang macem macem rasanya,  itu nggak ada manfaatnya. Buat apa? Melatih supaya apa? Nggak ada kan?. Teruslah pada hal yang positif dan bermanfaat. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar