Hanya opini
Hampir setiap hari aku mendengar kata baper. Terlebih ketika sedang berkumpul bersama teman-teman. Lama lama telingaku pecah karena terlalu sering mendengar kata baper yang menurutku agak menjengkelkan.
Kenapa?
Contoh
Si A : "Yaudah gue ngalah"
Si B : "Ah tuhkan lu mah baper"
Sebenarnya siapa yg baper? Padahal si A memang benar benar perasaan tulus mengalah. Tapi si B beranggapan terlalu serius bahwa si A terlalu "bawa perasaan" yang akhirnya mengalah dengan wajah pasrah, alhasil si B berkata "ah tuhkan lu mah baper" jadi siapa yang sebenarnya baper?
Jangan sedikit sedikit baper yang selalu dibawa dalam tengahan obrolan ketika sedang kumpul bersama teman. Banyak hal hal menarik dan tidak menyakiti hati teman kita untuk dibicarakan. Bercanda itu ada batasan dan tempatnya. Sekali lagi hati hati karena kadang dengan tidak kita sadari bisa saja candaan kita yang awalnya untuk menghibur boleh jadi menyakiti hati seseorang.
Terus apa hubungannya dengan baper?
Banyak "meme" atau tulisan tulisan di sosmed. Bahwa semenjak ada kata baper, orang jadi lupa minta maaf.
And i agree. Ketika kamu mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang dan seseorang itu lantas marah, kamu malah bilang "ah baper lu" harusnya apa yang kita lakukan? Minta maaf bukan?
Setidaknya dengan minta maaf bisa menyejukan suasana yg panas dibanding kata "ah baper" tersebut.
Oke mari kita sama sama menghilangkan kebiasaan berkata "baper lu" karena boleh jadi itu sebenarnya kita yang baper, karena beranggapan yang berlebihan terhadap seseorang. Dan ini hanya opiniku saja :)
Hampir setiap hari aku mendengar kata baper. Terlebih ketika sedang berkumpul bersama teman-teman. Lama lama telingaku pecah karena terlalu sering mendengar kata baper yang menurutku agak menjengkelkan.
Kenapa?
Contoh
Si A : "Yaudah gue ngalah"
Si B : "Ah tuhkan lu mah baper"
Sebenarnya siapa yg baper? Padahal si A memang benar benar perasaan tulus mengalah. Tapi si B beranggapan terlalu serius bahwa si A terlalu "bawa perasaan" yang akhirnya mengalah dengan wajah pasrah, alhasil si B berkata "ah tuhkan lu mah baper" jadi siapa yang sebenarnya baper?
Jangan sedikit sedikit baper yang selalu dibawa dalam tengahan obrolan ketika sedang kumpul bersama teman. Banyak hal hal menarik dan tidak menyakiti hati teman kita untuk dibicarakan. Bercanda itu ada batasan dan tempatnya. Sekali lagi hati hati karena kadang dengan tidak kita sadari bisa saja candaan kita yang awalnya untuk menghibur boleh jadi menyakiti hati seseorang.
Terus apa hubungannya dengan baper?
Banyak "meme" atau tulisan tulisan di sosmed. Bahwa semenjak ada kata baper, orang jadi lupa minta maaf.
And i agree. Ketika kamu mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang dan seseorang itu lantas marah, kamu malah bilang "ah baper lu" harusnya apa yang kita lakukan? Minta maaf bukan?
Setidaknya dengan minta maaf bisa menyejukan suasana yg panas dibanding kata "ah baper" tersebut.
Oke mari kita sama sama menghilangkan kebiasaan berkata "baper lu" karena boleh jadi itu sebenarnya kita yang baper, karena beranggapan yang berlebihan terhadap seseorang. Dan ini hanya opiniku saja :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar