Kamis, 19 Mei 2016

Cinta Bersemi Diparkiran Kampus part II



Sejak pertemuan itu, kami semakin sering bertemu diparkiran. Selalu diparkiran, bangunan yang setengah jadi. Walaupun hanya sekedar seyum. Sempat mengobrol sebentar tentang acara ulang tahun kampus. dan sebulan kemudian kita jadi sering makan siang bareng. Hobby kita sama, tertarik sama editing video. Tapi dia lebih papan atas, karena sempat privat dengan temannya yang kuliah di UMN. Yang pasti dia juga mengerti kamera dan settingannya. Ada perbedaan diantara kita juga. Yaitu sambal. Katanya, setiap makan sambal perutnya selalu mulas. Sedangkan aku sangat gemar sambal. Anaknya asik, sopan.. aku tidak pernah menyinggung tentang pasangan, apakah dia sudah punya pasangan atau belum. Karena aku tidak mau mendengar kata-kata yang tidak ingin aku dengar karena pertanyaanku sendiri. Biar aku tahu dengan sendirinya. Dan ingat,Andin. Kamu sudah dijodohkan dengan orang lain. Tapi aku sama sekali tidak penasaran dengan laki-laki yang dijodohkan mama, apalagi semenjak aku bertemu dengan laki laki itu. Laki laki dengan motor matic hitam masih baru dan helmnya yang berwarna biru laut. Laki-laki yang tingginya sekitar 170 cm berkulit sawo matang, alis cukup tebal dan badannya agak berisi, potongan rambutnya yang rapi. Laki-laki yang sedang berkuliah tingkat akhir, yang memiliki hoby sama denganku.. dia...

  Ups. Besok acara ulang tahun kampus. dan mama menyuruh laki-laki yang dijodohkan denganku untuk mengantarku ke acara ulang tahun kampus.
“de, nanti kamu dijemput Ringga ya, belum pernah ketemu kan? Tenang dia bawa mobil kok. Jadi makeup kamu nggak akan luntur”
“oh iya de, dia kuliah atau kemana2 juga selalu bawa mobil, karena dia trauma naik motor” Begitulah kata mama. Ringga. Dua orang yang berbeda. Satunya laki-laki yang dijodohin denganku, satunya laki-laki yang aku kagumi senyumnya karena pertemuan diparkiran.
“de, lima menit lagi Ringga datang ya, kamu siap2” kata mama. Aku hanya diam. Tapi belum ada limamenit, bell berbunyi. Pasti itu dia. Aku membuka pintu.
“hai” laki-laki dibalik pintu menyapaku. Aku terdiam. menatap laki-laki yang ada dihadapanku dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Ringga” katanya seraya mengajakku salaman dan tersenyum. Aku masih terdiam. Aku tidak bisa lepas dari senyumnya.
“hei, Andin. Kok kita jadi hening gini sih?”laki-laki itu mencairkan suasana. tapi aku masih terhanyut dengan senyumnya.
“aku nggak ngerti” kataku.
“aku sudah mengenalmu Andin, kejadian di parkiran itu awalnya memang tidak sengaja, tapi setelah aku tahu kamu adalah Andin yang dijodohkan oleh orang tua kita, aku teruskan saja pertemuan kita dengan cara seperti itu”
“baru baru ini aja aku kekampus naik motor,  aku belajar menghilangkan rasa traumaku, awalnya aku sempat gagal dihari pertama, tapi jujur saat bertemu kamu, aku berusaha untuk terus naik motor supaya kita bisa bertemu setiap hari diparkiran motor kampus. dan sampai akhirnya rasa trauma itu hilang ”
Ya Tuhan... aku hanya bisa diam mendengar penjelasannya. inikah yang dimaksud cara hebatmu mempertemukan jodohku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar