Sejak pertemuan itu, kami semakin
sering bertemu diparkiran. Selalu diparkiran, bangunan yang setengah jadi.
Walaupun hanya sekedar seyum. Sempat mengobrol sebentar tentang acara ulang
tahun kampus. dan sebulan kemudian kita jadi sering makan siang bareng. Hobby
kita sama, tertarik sama editing video. Tapi dia lebih papan atas, karena
sempat privat dengan temannya yang kuliah di UMN. Yang pasti dia juga mengerti
kamera dan settingannya. Ada perbedaan diantara kita juga. Yaitu sambal.
Katanya, setiap makan sambal perutnya selalu mulas. Sedangkan aku sangat gemar
sambal. Anaknya asik, sopan.. aku tidak pernah menyinggung tentang pasangan,
apakah dia sudah punya pasangan atau belum. Karena aku tidak mau mendengar
kata-kata yang tidak ingin aku dengar karena pertanyaanku sendiri. Biar aku
tahu dengan sendirinya. Dan ingat,Andin. Kamu sudah dijodohkan dengan orang
lain. Tapi aku sama sekali tidak penasaran dengan laki-laki yang dijodohkan
mama, apalagi semenjak aku bertemu dengan laki laki itu. Laki laki dengan motor
matic hitam masih baru dan helmnya yang berwarna biru laut. Laki-laki yang
tingginya sekitar 170 cm berkulit sawo matang, alis cukup tebal dan badannya agak berisi, potongan rambutnya yang rapi. Laki-laki yang sedang berkuliah tingkat akhir, yang memiliki hoby
sama denganku.. dia...
Ups. Besok
acara ulang tahun kampus. dan mama menyuruh laki-laki yang dijodohkan denganku
untuk mengantarku ke acara ulang tahun kampus.
“de, nanti kamu dijemput Ringga ya,
belum pernah ketemu kan? Tenang dia bawa mobil kok. Jadi makeup kamu nggak akan
luntur”
“oh iya de, dia kuliah atau kemana2
juga selalu bawa mobil, karena dia trauma naik motor” Begitulah kata mama.
Ringga. Dua orang yang berbeda. Satunya laki-laki yang dijodohin denganku, satunya
laki-laki yang aku kagumi senyumnya karena pertemuan diparkiran.
“de, lima menit lagi Ringga datang ya,
kamu siap2” kata mama. Aku hanya diam. Tapi belum ada limamenit, bell berbunyi.
Pasti itu dia. Aku membuka pintu.
“hai” laki-laki dibalik pintu menyapaku.
Aku terdiam. menatap laki-laki yang ada dihadapanku dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Ringga” katanya seraya mengajakku
salaman dan tersenyum. Aku masih terdiam. Aku tidak bisa lepas dari senyumnya.
“hei, Andin. Kok kita jadi hening gini
sih?”laki-laki itu mencairkan suasana. tapi aku masih terhanyut dengan senyumnya.
“aku nggak ngerti” kataku.
“aku sudah mengenalmu Andin, kejadian
di parkiran itu awalnya memang tidak sengaja, tapi setelah aku tahu kamu adalah
Andin yang dijodohkan oleh orang tua kita, aku teruskan saja pertemuan kita
dengan cara seperti itu”
“baru baru ini aja aku kekampus naik
motor, aku belajar menghilangkan rasa traumaku, awalnya aku sempat gagal dihari pertama, tapi jujur saat bertemu kamu, aku berusaha untuk terus naik motor supaya kita bisa bertemu setiap hari diparkiran motor kampus. dan sampai akhirnya rasa trauma itu hilang ”
Ya Tuhan... aku hanya bisa diam mendengar penjelasannya. inikah yang dimaksud cara hebatmu mempertemukan jodohku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar