Tanpa judul, aku menulis sesuatu yang sangat dalam, sampai ku tidak tahu harus diberi judul apa pada tulisan ini...
Waktu, tenaga, pikiran yang selama ini aku korbankan untuk sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan.. semoga ada hasilnya, aku tidak memikirkan bagaimana aku nanti, aku memikirkan bagaimana membuat bahagia kedua orang tuaku yang sudah tidak muda lagi.
Allah menjadi saksi sebenar-benarnya, aku yakin dia akan mengantarku dari lautan luas ke tepi yang indah... aku percaya itu, karena segala sesuatu pasti berakhir dengan indah, jika tidak indah, berarti itu bukan akhir.
Tidak orang ada yang tahu seberapa dalam luka pada diriku... tapi ku yakin Allah lebih tahu lebih dari diriku sekalipun.
Sekarang aku hanya berserah kepadaMu... sakit yang kurasa telah menjadi luka yang sangat membekas dan kutahu itu akan menjadi pelajaran berharga dalam hidup. Hirupan udara yang sesak, raga yang lelah, jiwa yang berusaha untuk kuat, mulut yang kadang harus terpaksa berbohong, air mata yang tiada henti entah karena haru atau sedih. Semoga menjadi kado terindah terutama untuk kedua orangtuaku. Orang tua yang selalu berkorban lebih sakit, lebih dari sesakit sakitnya aku berkorban seluruh jiwa dan raga ini.
Kebahagiaanku.. melihat kedua orang tuaku tersenyum..
Tinggal kuserahkan pada Allah bagaimana hasilnya.
Waktu, tenaga, pikiran yang selama ini aku korbankan untuk sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan.. semoga ada hasilnya, aku tidak memikirkan bagaimana aku nanti, aku memikirkan bagaimana membuat bahagia kedua orang tuaku yang sudah tidak muda lagi.
Allah menjadi saksi sebenar-benarnya, aku yakin dia akan mengantarku dari lautan luas ke tepi yang indah... aku percaya itu, karena segala sesuatu pasti berakhir dengan indah, jika tidak indah, berarti itu bukan akhir.
Tidak orang ada yang tahu seberapa dalam luka pada diriku... tapi ku yakin Allah lebih tahu lebih dari diriku sekalipun.
Sekarang aku hanya berserah kepadaMu... sakit yang kurasa telah menjadi luka yang sangat membekas dan kutahu itu akan menjadi pelajaran berharga dalam hidup. Hirupan udara yang sesak, raga yang lelah, jiwa yang berusaha untuk kuat, mulut yang kadang harus terpaksa berbohong, air mata yang tiada henti entah karena haru atau sedih. Semoga menjadi kado terindah terutama untuk kedua orangtuaku. Orang tua yang selalu berkorban lebih sakit, lebih dari sesakit sakitnya aku berkorban seluruh jiwa dan raga ini.
Kebahagiaanku.. melihat kedua orang tuaku tersenyum..
Tinggal kuserahkan pada Allah bagaimana hasilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar