Ketika kekalahan itu tidak bisa lagi membuatku menangis, karena aku semakin bosan dengan kesedihan, sudah terlanjur kering air mata ini. Ya sudahlah, mungkin bukan disini rezekiku.. dan bukan berarti hilang, tapi pindah kelain tempat, hanya akunya saja yang harus mencari dan mendapatkannya.
Ini kisah jatuh bangun hidup seseorang perempuan yang tidak tegas namun perasa. Wanita yang tegar hatinya, wanita yang dicintai Allah pastinya. Menggeluti olahraga Layar sudah sekitar 8 tahun.. namun baru tahun kedelapan dia memiliki prestasi yang tinggi. Delapan tahun menanti, bekerja keras, berkorban demi apa yang ia dan orang orang sekitar inginkan.
Cukup lama penantian ini, siapa orang yang tidak mau juara? Wanita ini terus berlatih, menerjang ombak, badai dan caci makian dari orang orang yang sirik. Padahal apa yang perlu disirikkan pada wanita ini? Mulutnya tidak pernah berkata aneh aneh pada orang lain... prestasinya juga belum kelihatan, mana mungkin ia sombongkan dirinya? Tapi apa alasan orang orang yang sirik? Seperti ini saja sudah banyak yang sirik apalagi kalau juara? Pada kejuaraan besar pertama yg ia ikuti hanya menempatkan dirinya pada posisi 5 besar. Itu bagus sekali karena dia sudah lolos dari banyaknya peserta pada kualifikasi. Penantian terus berlanjut sampai akhirnya tujuh tahun menggeluti layar wanita ini membuktikan yg tidak pernah orang prediksi sebelumnya. Medali emas pada kualifikasi. Prestasinya tertinggi saat itu. Banyak orang yang tidak menyangka, dan banyak juga orang orang sirik. Tapi wanita ini pintar sekali tutup telinga dan mulutnya. Hanya diam.
Sampai suatu saat masalah besar datang ditengah prestasi yang ia raih. frustasi, bimbang, rasa bersalah bahkan pikiran untuk bunuh diri. Tangis tiada henti, ya, tangis karena telah mengecewakan orang orang yang mencintainya dengan tulus. Tapi wanita hati itu lebih sesak dibanding orang orang sekitar, hanya dia yang tahu seberapa dalam lukanya. Hanya dia yang merasakan seberapa sakitnya. Sakit sekali. Dia hanya punya dua pilihan, keluar dari prestasinya itu, atau dikeluarkan?
Tapi memang bukti nyata, Allah tidak akan pernah tidur, dia selalu punya rencana indah.. dia tidak pernah melewatkan rencana indah itu untuk kita rasakan.. pasti ada jalan keluarnya. Hanya saja kita didewasakan terlebih dahulu. Agar kita lebih siap dengan apa yang akan datang,entah senang maupun sedih.
Tidak menyerah, terus lanjut apapun keadaannya. 8 tahun penantian.. akhirnya Allah membayar kerja kerasnya, menggantikan tangisnya yang dulu menjadi cerita paling indah yang tidak akan dilupakan.. tidak hanya itu, Allah memberikannya keluarga kecil, pelajaran, pengalaman, pendewasaan yang pasti akan terus berguna.
Selamat Rizki maulida keronjo supriadi atas medali perunggu PON 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar